Genk Humoriezt Indonesia Diusulkan Jadi Ormas Kepemudaan

share on:
Para narasumber talk show Ultah ke-31 Humoriezt, di Balai Desa Caturtunggal, Depok, Sleman, Sabtu (23/11/2019) || YP/Ismet

Yogyapos.com (SLEMAN) - Humoriezt, salah satu genk ternama yang didirikan sekelompok remaja di Yogyakarta, kini mengalami perkembangan pesat. Meski pada awalnya dikendalikan oleh anak-anak SMU, tapi seiring perkembangan zaman dan usia para pendirinya, genk yang fenomenal ini mengalami dinamika peran positif dalam kiprahnya di tengah masyarakat. Bahkan ditangan kepengurusan yang diketuai Enji Pusposoegondo SH, genk ini telah direkomendasikan untuk menjadi organisasi masyarakat (Ormas) kepemudaan.

“Kami sudah mantab akan mengajukan izin kepada pemerintah agar Humoriezt secara legal menjadi Ormas Kepemudaan,” ujar Enji di sela Ultah ke-31 Humoroezt, di Balai Desa Caturtunggal, Depok, Sleman, Sabtu (23/11/2019).

Ultah sekaligus silaturahmi anggota bertajuk ‘Humoriezt Inspiring’ ini dikemas dengan talk show penyuluhan terkait bahaya narkoba menghadirkan narasumber Ishaq Mustaqim alias Isaac Bullinger, seorang mantan mafia dari Montreal, Kanada. Acara dihadiri tokoh masyarakat setempat yang juga Kaades Caturtunggal Agus Santooso, Kapolsek Depok Barat Kompol Sukiran, Wadan Ramil 11/Depok Kasi Pelayanan Pemdes caturtunggal Irwanto dan Diah Rini Wulandari dari BNN.

Enji menjelaskan, Humoriezt tepatnya berdiri pada 31 Oktober 1988. Pada mulanya merupakan gengk kelas di sebuah SMU terkenal di Yogyakarta. Mengalami perkembangan pesat sejak awal 2000 dengan jumlah anggota mencapai ribuan orang. “Kalau sekarang jumlah anggotanya tembus 5000-an,” sela advokat yang juga direktur Kantor Hukum Bhalawfirm ini.

Diungkapkan, sebagai salah satu kandidat Ormas, Humoriezt Indonesia memusatkan perhatian di bidang sosial kemasyarakatan. Cakupannya luas, segala kegiatan terkait dengan pemajuan dan pemberdayaan masyarakat. Salah satunya usaha preventif penyalahgunaan narkoba.

“Kami selenggarakan pembekalan tentang bahaya narkoba dengan harapan agar terutama anggota tidak menjadi korban dari bahayanya narkoba,” tegas Enji.

Tentang konsen preventif narkoba ini mendapat dukungan positif dari Agus Santoso, yang selama ini juga tak henti melakukan pengawasan dan pembinaan di wilayahnya, Caturtunggal. “Caturtunggal yang tediri 20 pedukuhan, 50 kampung dan 64 ribu jiwa merupakan daerah homogen masyarakatnya, punya tingkat kerwanan narkoba yang tinggi,” katanya.

Ia mengimbau, penyuluhan dapat sering dilakukan dalam rangka menekan maraknya penyalahgunaan narkoba. “Mestinya sudah tidak zaman lagi melakukan hal-hal negatif mengonsumsi narkoba maupun minuman keras. Sekarang saatnya melakukan kegiatan positif bekerja dan berkarya untuk keluarga dan lingkungan,” tandas Agus.

Lebih jauh tentang bahaya narkoba dipungkasi oleh Ishaq Mustaqim yang tak sungkan meceriterakan petualangannya di dunia hitam. Ia lahir dari ayah asal Haiti dan ibu dari Swiss. Pada suia 14 tahun telah mengonsumsi narkoba dan miras akibat pengaruh lingkungan.

Di usia muda itulah sudah merasakan dunia penjara. Ia sering keluar masuk penjara akibat sejumlah kejahatannya selaku  petinggi genk di Montreal, Kanada. Tapi kemudian hidayah menghapirinya. Ia menjadi mualaf, melakukan pertobatan hingga merasakan kenyamanan setelah memahami bahwa bahagia itu tidak harus menggunakan narkoba.

Ishaq sejak beberapa tahun belakangan rajin melakukan kegiatan kemanusiaan untuk memberikan motivasi menuju kebaikan, terutama lagi kampanyenya melawan penyalahgunaan narkoba. (Met)

 


share on: