GKR Hayu: Modernisasi Bukan Westernisasi

share on:
GKR Hayu (tengah) saat menjadi narasumber talkshow 'Kemasan Budaya Masa Kini untuk Penguatan Kearifan Lokal' di Kampus UAJY, Sabtu (17/6/2023) || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Gusti Kanjeng Ratu Hayu, Penghageng Tepas Tandha Yekti Kraton Yogyakarta menjadi pembicara dalam talkshow “Kemasan Budaya Masa Kini untuk Penguatan Kearifan Lokal” yang diselenggarakan oleh Kantor Pelatihan Bahasa dan Budaya Universitas Atma Jaya Yogyakarta (KPBB UAJY), di Auditorium Kampus 2, Gedung Thomas Aquinas UAJY, Sabtu (17/6/2023).

Talkshow ini dimeriahkan dengan pementasan karawitan gamelan dari pegawai UAJY dengan mengundang narasumber lainnya yaitu Galuh Putri Satyarini SPd yang aktif sebagai pegiat budaya, khususnya seni tari, dan bahkan pernah mengikuti berbagai lomba dan pentas kebudayaan hingga luar negeri.

Y Didit Setiawan MPd, Dosen FISIP UAJY menjadi moderator dalam talkshow tersebut dengan berfokus untuk menggali minat pemuda dalam mempelajari kebudayaan Jawa, khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta.

Talkshow ini juga menyoroti masifnya era industri yang tentu saja mempengaruhi kebudayaan serta menanggapi berbagai permasalahan pelanggaran budaya maupun hal-hal yang berkaitan dengan pakem.

GKR Hayu bersama panitia talkshow || YP-Ist

Menurut Galuh Putri Satyarini SPd modifikasi pakem budaya bergantung pada selera dan kelayakan. Contohnya saja akulturasi Tarian Langendriyan dengan Ketoprak yang bagi sebagian orang mungkin aneh, tetapi bisa jadi bagi sebagian orang lain justru menarik.

“Modernisasi bukan westernisasi. Jangan hanya sekedar canggih atau bagus dilihat, tapi justru melupakan unsur atau pakem tadi. Yang paling penting itu isinya dari budaya,” imbuh Gusti Kanjeng Ratu Hayu menguatkan pernyataan Galuh Putri Satyarini SPd.

GKR Hayu selaku penghageng Tepas Tandha Yekti yang menangani dokumentasi dan publikasi di Keraton berharap bahwa generasi muda semakin menjadi pribadi yang terus mengembangkan rasa ingin tahu dan belajar lebih kritis dalam menggali ilmu sembari terus melestarikan budaya yang ada.

“Dengan terselenggaranya acara ini dapat menyadarkan generasi muda untuk terus memelihara dan menjaga budaya tanpa lekang waktu,” ujar Alexander Saptonugroho sebagai Ketua Pelaksana. (*)

 

 


share on: