Yogyapos.com (YOGYA) - Gudeg Yogya, dua kata satu frasa yang lekat di benak dan hati para pecinta kuliner tradisional. Namun apakah sudah banyak yang tahu bahwa bahan utama gudeg Yogya itu tak semata nangka muda saja.
Gudeg manggar, kuliner ini sejatinya sudah ada sejak lima ratusan tahun lalu. Menu yang diciptakan oleh Pembayun, putri pendiri Keraton Mataram ini dulu keberadaannya hanya diperuntukkan bagi kerabat Keraton Jogja saja. Namun sudah puluhan tahun belakangan, beberapa warga mulai membuat masakan berbahan dasar bunga kelapa ini baik untuk dikonsumsi sendiri maupun sebagai mata pencaharian. Berbeda dengan gudeg biasa yang tersebar di seluruh penjuru Yogya, gudeg manggar hanya bisa ditemui di beberapa tempat tertentu saja,
Terletak di daerah Tinalan, Prenggan, Kotagede dalam wilayah administrasi Kodya Yogya, Gudeg Manggar Mbak Yun bisa menjadi pilihan bagi para pencinta kuliner istimewa ini ataupun bagi mereka yang tertarik ingin menikmati khasanah kuliner tadisional.
Pengelola warung, Ny Yuningsih Purwoastuti (47) atau yang biasa dipanggil Mbak Yuyun, mengatakan bahwa meski menu gudeg manggar ini baru berjalan satu tahun, namun pelanggannya justru banyak yang dari luar kota.
“Hampir tujuh tahun ini Saya berkecimpung di bidang kuliner dengan brand Omah Kriuk Yogya. Nama itu disematkan dengan harapan agar kami dapat menjalani hidup dengan penuh rasa syukur, serenyah produk pertama ketika itu yaitu peyek rebon dan gula kacang atau yang biasa disebut dengan ampyang,” katanya.
Waktu terus bergulir, pasang surut usahapun tetap dijalani. Sejak akhir 2018 Omah Kriuk Jogja (OKJ) menyediakan berbagai lauk (seperti garang asem gabus, rica menthog, tongseng kepala kambing) maupun menerima pesanan nasi doos. Dan baru konsen pada gudeg manggar dan baceman kepala kambing setahun belakangan ini.
“Sudah dua kali lebaran ini OKJ menyediakan paket menu gudeg manggar. Semula menu ini adalah pesanan salah seorang kenalan untuk menu lebaran. Meski sama sekali belum pernah menikmati gudeg manggar, saya tertantang agar mampu memasaknya. Setelah lebaran itu gudeg manggar menjadi menu rutin dari OKJ. Terenyata respon peklanggan cukup bagus hingga khirnya saya sirius menggarap menu ini dan akhirnya lahirlah Gudeg manggar Mak Yun,” jelasnya.
Selain lauk yang umum seperti tahu, telor bebek, ayam kampung serta sambal krecek dari kulit kerbau, OKJ juga menyediakan baceman kaki, kepala, otak dan jerohan kambing. Bila ada pelanggan yang menghendaki bacem daging dan hati kambing juga tersedia asal pesan terlebih dahulu minimal satu hari sebelumnya.
Gudeg Manggar Mbak Yun disajikan dengan tambahan santan kental gurih sebagai penyeimbang dari gudeg dan lauknya yang cenderung manis. Sempat beberapa saat membuka warungan dengan fasilitas makan di tempat, namun karena dianggap kurang efektif saat ini penjualan hanya dilakukan secara online dengan memanfaatkan media sosial yang ada seperti WA, Instragram, maupun Facebook.
“Untuk menu gudeg manggar dan baceman kambing ini 80% pelanggan justru berasal dari luar kota, khususnya yang terjangkau ekpedisi ‘one day’. Untuk pelanggan dalam kota Jogja ada program fee ongkir hingga radius 15 km, hasil kerjasama OKJ bekerjasama dengan “Sibakul” Markethub Dinkop DIY,” paparnya.
Hanya manggar muda dan belum berserat yang dapat digunakan untuk membuat gudeg, Proses memasaknya pun membutuhkan waktu cukup lama, setidaknya satu hari semalam. Seorang pakar kecantikan berdasar bahan alami pernah menyatakan bahwa gudeg manggar bisa menambah kecantikan kulit bagi mereka yang rutin mengkonsumsinya. Asal muasal, bahan, proses memasak yang panjang, khasiat, membuat gudeg manggar ini memang benar-benar istimewa. (*)
