Yogyapos.com (BANTUL) - Anggota DPD DIY Dr H Hilmy Muhammad mengharapkan KPU DIY dapat menyelenggarakan Pemilu Serantak 2024 secara profesional, lancar dan aman.
“Pada kesempatan ini saya ingin mencari informasi tentang kesiapan KPU DIY untuk menyelenggarakan Pemilu 2024,” kata Gus Hilmy saat dialog dalam rangka reses, di KPU DIY, Rabu (26/10/2022).
Usa berdialog, Senator yang akrab disapa Gus Hilmy ini mengatakan jangan sampai penyelenggaraan Pemilu 2024 ada masalah-masalah atupun persoalan sebagaimana pada Pemilu 2019. Pekerjaaan KPU pada Pemilu serentak 2024 diperkirakan akan lebih banyak dibandingkan dengan Pemilu sebelumnya.
“Maka dalam kesempatan ini saya ingin mengetahui jumlah personel dan kesiapan sumber daya manusia (SDM). Selain itu juga terkait dengan sampai seberapa jauh sosialisai Pemilu dan penganggarannya,” katanya.
Menurutnya, salah satu hal yang juga penting bahwa hingga kini KPU DIY juga belum membuka pendaftaran calon DPD untuk Pemilu 2024. Waktu pendaftaran belum dimulai, ternyata menurut KPU ketentuan dari KPU Pusat juga belum keluar . Pendaftaran itu padahal diperlukan sedini mungkin. Sehingga para calon yang akan mendaftar dapat melakukan persiapan. KPU juga lebih matang dalam menyusun rencana kerja dan melaksanakannya.
Hal yang perlu diantisipasi bahwa meski kesadaran masyarakat DIY dalam menggunakan hak pilih masih tinggi di skala nasional. Namun di DIY pada Pemilu 2019 ada sekitar 600.000 pemilih tidak menggunakan hak pilihnya di TPS. Dalam konteks ini kevalidan data pemilih dan penggalakan sosialisasi Pemilu kepada masyarakat melalai berbagai lini juga sangat diperlukan.
“Berbagai hal hasil audiensi dan dialog kali ini akan saya sampaikan ke Pemerintah Pusat sebagai bahan masukan dan pembahasan. Tujuannua agar Pemilu 2024 dapat berjalan dengan baik,” sambung Gus Hilmy.
Sementara itu, PLH Ketua KPU DIY, Moh Zaenuri Ikhsan, mengungkapkan pihaknya untuk menghadapi Pemilu 2024 telah melakukan berbagai hal. Diantaranya menyiapkan TPS khusus untuk disabilitas dan di rumah sakit,
mengadakan MoU dengan 20 kampus dan melakukan kerjasama dengan 12 organisasi perangkat daerah (OPD). Hal ini terkait dengan pemutakhiran data pemilih dan sosialisasi Pemilu.
“Soal penganggaran bahwa untuk Kabupaten Kulonprogo dan Bantul difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten itu untuk sosialisasi dan pendidikan politik kepada generasi muda (pemilih pemula) melalui Pemilihan OSIS di sekolah,” kata Zaenuri. (Spd)
