Yogyapos.com (BANTUL) - Bertepatan dengan musim hujan saat ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabuapten Bantul giatkan pemotongan pohon dan membersihkan sampah sungai maupun di lingkungan padat penduduk.
Giat kebersihan ini dlakukan untuk mengantisipasi pohon tumbang akibat hujan deras dan angin kencang yang mengancam keselamatan orang. Demikian pula sampah-sampah perlu dibersihkan agar tidak memampatkan saluran air yang mengakibatkan banjir.
“Di musim hujan banyak pohon di tempat umum maupun tepian jalan raya yang perlu dipotong karena rawan tumbang dan putus. Maka kami menggalakan pomotongan agar tidak membahayakan,” kata Kepala DLH Kabupaten Bantul, Ari Budi Nugroho ST MT didampingi Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Husin Bahri SE MAp kepada yogyapos.com, Kamis (18/2/2021).
Jumlah permohonn bantuan ke DLH untuk pemotongan pohon cenderung bertambah. Hampir setiap hari ada saja yang mengajukan permohonan bantuan penebangan. Namun DLH selektif bahwa pohon yang diajukan untuk dipotong disurvai terlebih dabulu. Ada pertimban seberapa berbahayanya pohon perlu ditebang. Jika tidak membahayakan, maka tidak akan ditebang demi keseimbangan ekosistem pelestarian lingkungan.
“Secara geografis Bantul merupakan daerah hilir, maka banyak sampah dari arah Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta (utara) yang menumpuk di sungai di Bantul. Membersihkan sampah itu juga termasuk salah satu tugas DLH Bantul,” terang Ari Budi Nugroho.
Sejauh ini jumlah sampah sungai mencapai 100 ton per hari. Sebagian sampah dibawa dan ditampung di TPA sampah Sitimulyo Piyungan. Sebagian diolah melalui kerjasama dengan pengolahan sampah sesua jenisnya. Satu diantaranya yang organik dijadikan pupuk kompos.
Demi upaya pelestarian lingkungan, diharapkan masyarakat ikut menjaganya. Selain itu juga jangan merusak lingkungan. Merusak contohnya
membakar pohon sebingga lohon mati dan bisa roboh dan mebahayakan keselamatan.
Ari mengatan, pihaknya menyiapkan 330 orang sebagai tenaga penebangan pohon maupun membersihkan sampah sungai. Mereka berstatus Pegawai Harian Lepas (PHL) sebanyak 240 dan PNS 90 orang. (Supardi)
Bertepatan dengan musim hujan saat ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabuapten Bantul giatkan pemotongan pohon dan membersihkan sampah sungai maupun di lingkungan padat penduduk.
Giat kebersihan ini dlakukan untuk mengantisipasi pohon tumbang akibat hujan deras dan angin kencang yang mengancam keselamatan orang. Demikian pula sampah-sampah perlu dibersihkan agar tidak memampatkan saluran air yang mengakibatkan banjir.
“Di musim hujan banyak pohon di tempat umum maupun tepian jalan raya yang perlu dipotong karena rawan tumbang dan putus. Maka kami menggalakan pomotongan agar tidak membahayakan,” kata Kepala DLH Kabupaten Bantul, Ari Budi Nugroho ST MT didampingi Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Husin Bahri SE MAp kepada yogyapos.com, Kamis (18/2/2021).
Jumlah permohonn bantuan ke DLH untuk pemotongan pohon cenderung bertambah. Hampir setiap hari ada saja yang mengajukan permohonan bantuan penebangan. Namun DLH selektif bahwa pohon yang diajukan untuk dipotong disurvai terlebih dabulu. Ada pertimban seberapa berbahayanya pohon perlu ditebang. Jika tidak membahayakan, maka tidak akan ditebang demi keseimbangan ekosistem pelestarian lingkungan.
“Secara geografis Bantul merupakan daerah hilir, maka banyak sampah dari arah Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta (utara) yang menumpuk di sungai di Bantul. Membersihkan sampah itu juga termasuk salah satu tugas DLH Bantul,” terang Ari Budi Nugroho.
Sejauh ini jumlah sampah sungai mencapai 100 ton per hari. Sebagian sampah dibawa dan ditampung di TPA sampah Sitimulyo Piyungan. Sebagian diolah melalui kerjasama dengan pengolahan sampah sesua jenisnya. Satu diantaranya yang organik dijadikan pupuk kompos.
Demi upaya pelestarian lingkungan, diharapkan masyarakat ikut menjaganya. Selain itu juga jangan merusak lingkungan. Merusak contohnya
membakar pohon sebingga lohon mati dan bisa roboh dan mebahayakan keselamatan.
Ari mengatan, pihaknya menyiapkan 330 orang sebagai tenaga penebangan pohon maupun membersihkan sampah sungai. Mereka berstatus Pegawai Harian Lepas (PHL) sebanyak 240 dan PNS 90 orang. (Supardi)
