Yogyapos.com (JAKARTA) - Organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam merupakan mitra strategis pemerintah yang krusial dalam memberikan bimbingan dan pelindungan bagi jemaah. Kehadiran ormas keagamaan dinilai mampu menjadi benteng moral untuk menghentikan praktik komodifikasi jemaah di tengah ekosistem haji dan umrah.
BACA JUGA: Sukses di Popda DIY, Pemkab Sleman Gelontorkan Uang Rp 1.185.550.000 bagi Atlet dan Pelatih
Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak saat menghadiri Muktamar XXIII Al Jam'iyah Washliyah yang digelar di Asrama Haji Kelas I Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Dalam sambutannya, Wamenhaj menyampaikan harapan besar agar Al Washliyah terus maju dalam berdakwah dan konsisten menghadirkan pencerahan bagi umat. Ia juga secara khusus mendorong Al Washliyah serta ormas besar lainnya untuk memperkuat peran dalam penyelenggaraan haji dan umrah melalui pengelolaan lembaga bimbingan dan travel resmi.
BACA JUGA: Mencekam! Pekerja Bangunan Tertimpa Tembok Roboh, Satu Orang Tewas
"Kita ingin Al Washliyah terus maju dalam berdakwah dan menghadirkan pencerahan bagi masyarakat. Ke depan, kami berharap Al Washliyah dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam penyelenggaraan haji dan umrah. Pesan utama yang ingin kami tekankan adalah mari kita hentikan praktik yang menjadikan jemaah haji dan umrah sebagai komoditas bisnis semata. Di sinilah ormas keagamaan harus hadir untuk melindungi jemaah dan memastikan pelayanan diberikan dengan penuh tanggung jawab," ujar Wamenhaj.
BACA JUGA: Residivis Berulah di Sleman, Gasak Belasan Sepeda Berbagai Merk
Wamenhaj pun mendorong Al Washliyah beserta ormas-ormas Islam lainnya untuk memiliki Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) dan usaha perjalanan sendiri. Dengan begitu, jemaah yang berangkat melalui lingkungan ormas, termasuk Al Washliyah, akan merasa lebih aman dan nyaman, karena mereka dilayani oleh lembaga yang memiliki kedekatan organisasi dan nilai kekeluargaan.
BACA JUGA: Penyalahgunaan Narkotika Ancam Ketahanan Ekonomi, Ini yang Dilakukan Badan Kesbangpol DIY
Selain itu, Wamenhaj juga menegaskan kepada ormas-ormas Islam untuk tetap mempertahankan integritas serta komitmen dalam melindungi dan melayani kepentingan umat di tengah maraknya praktik non-prosedural yang dilakukan oleh oknum KBIHU. Hal ini dapat diperkuat melalui kepemilikan kelompok bimbingan serta travel haji dan umrah oleh ormas-ormas Islam sendiri.
BACA JUGA: DPUPKP Sleman Selesaikan 14 Proyek Gorong-gorong, Total Anggaran Rp 1,4 Miliar
"Keberadaan lembaga milik ormas akan menjadi penyeimbang di tengah maraknya komodifikasi jemaah. Kita harus memastikan jemaah tidak hanya diposisikan sebagai konsumen, tetapi sebagai bagian dari keluarga besar organisasi yang wajib kita layani dan lindungi," pungkas Wamenhaj.
BACA JUGA: Budi Santosa Asrori Jabat Sekda Yogya, Hasto: Pak Budi Jangan Berada di Zona Nyaman
Kementerian Haji dan Umrah RI berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi yang luas bagi ormas-ormas Islam guna meningkatkan standar pelayanan, edukasi ibadah, serta pengawasan demi keselamatan dan kekhusyukan jemaah Indonesia. (*/Red)
