Haedar Nashir: Salat Idul Fitri Bisa Ditiadakan Jika Covid-19 Belum Mereda

share on:
Ketum PP Muhammadiyah Prof Dr H Haedhar Nashir (tengah) dalam suatu kesempatan || YP/Dok

Yogyapos.com (YOGYA) - Ketum PP Muhammadiyah Prof Dr H Haedar Nashir menjelaskan, bahwa Idul Fitri dapat ditiadakan terkait dengan merebaknya virus Covid-19. Kini, pemerintah pusat berupaya untuk menekan penyebarannya secepat mungkin. Sebelumnya MUI juga telah mengeluarkan fatwa agar menunaikan ibadah salat di rumah serta fatwa antisipatif untuk menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri.

“Intinya tarawih dan kegiatan ibadah di masjid dapat dilakukan di rumah masing-masing. Salat Idul Fitri dapat ditiadakan jika keadaan sampai dua bulan ke depan masih darurat Covid-19. Salat Idul Fitri adalah sunnah muakkadah dan merupakan syiar agama yang amat penting. Namun apabila pada awal Syawal 1441 H mendatang tersebarnya virus Covid-19 belum mereda, salat Idul Fitri dan seluruh rangkaiannya (mudik, pawai takbir, halal bihalal, dan lain sebagainya) tidak perlu diselenggarakan,” ujar Haedar Nashir dalam rilis yang diterima yogyapos.com, Selasa (31/3).

Dalam surat edaran yang dikeluarkan PP Muhammadiyah menyebutkan bahwa Salat tarawih dapat dilakukan di rumah masing-masing. Namun demikian, puasa tetap dilakukan bagi orang yang sehat. Pemerintah pusat perlu mempertimbangkan pemberlakuan karantina wilayah yang berlaku secara nasional dengan merujuk pada UU No 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan maupun Peraturan Presiden atau landasan hukum lainnya.

Haedar melanjutkan, pemerintah juga perlu memikirkan dampak ekonomi yang diakibatkan oleh Covid-19 maupun ketika menerapkan sistem karantina wilayah nanti. Ia meminta agar negara benar-benar hadir saat rakyat membutuhkan. 

“Dalam suasana seperti sekarang sebaiknya kedepankan keluhuran rohani dengan saling bekerjasama dan tidak saling menyalahkan, mau menerima kritik dan masukan dengan lapang hati, serta berbuat nyata memecahkan masalah. Jika tidak dapat memberi jalan keluar, sebaiknya saling menahan diri untuk tidak menambah berat masalah. Kami juga menyampaikan rasa empati terhadap perjuangan para petugas kesehatan dan para sukarelawan yang telah berjibaku di garda depan dengan segala risiko,” tandasnya. (Dol)

 

 

 


share on: