Yogyapos.com (YOGYA) - Dampak dari virus Covid-19 mempenagruhi sendi-sendi kehidupan warga. Dari masalah kesehatan, ekonomi dan sosial pada setiap warga dan para wirausahawan mengalami penurunan produktivitas.
Wakil Walikota (Wawali) Yogyakarta Heroe Poerwadi dalam siaran persnya, Rabu (15/4) menjelaskan, pihak Pemkot Yogyakarta saat ini tengah menyusun ulang APBD agar fokus dan mengalokasikan anggaran utk penanganan Covid-19 dan mengatasi dampaknya. “Sebagaimana sudah disampaikan dalam Musrenbang kota Yogya, refokusing dan realokasi APBD Kota Yogyakarta diarahkan pada 5 kebijakan. Yakni penanganan masalah Covid-19, pemulihan sosial ekonomi, bantuan dan afirmasi bagi warga terdampak, proses kebangkitan sosial ekonomi Kota Yogya dan selektif pada kebijakan strategis RPJMD. Dengan keterbatasan anggaran, Pemkot Yogya menyiapkan skema bantuan dan rencana pemulihan kesehatan, sosial dan ekonomi dengan program ‘Lumbung Pangan Kampung’ yang berada di setiap kecamatan,” kata Wawali Yogya.
Heroe Poerwadi berharap, pertengahan April ini semua perubahan APBD segera bisa dijalankan, sehingga tercukupi anggaran untuk program dan kegiatan 5 kebijakan prinsip. “Maturnuwun kepada seluruh warga, ormas ataupun korporasi yang sudah gotong royong membantu warga yang terdampak. Rasa kebersamaan dan saling peduli terus tumbuh di Yogyakarta. Situasi ini menguatkan ikatan solidaritas warga Jogja Istimewa. Saatnya kita semua saling menguatkan. Saling membantu. Saling mendukung. Gotong royong dan gandeng-gendong,” imbuhnya.
Terkait update data Covid-19, angka kunjungan ke layanan kesehatan semakin sedikit yang periksa, jumlah ODP terus menurun (82), namun jumlah yang positif ada 4, disertai yang sembuh semakin banyak. “Yang harus kita waspadai, angka PDP mengalami kenaikan, menjadi 21. Kami mohon semua warga tetap jalankan protokol kesehatan dengan disiplin. Tetap jaga jarak, tinggal dirumah, hindari kerumunan, pakai masker dan selalu cuci tangan dengan sabun. Terhadap pendatang, tetap diminta untuk periksa ke Puskesmas dan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Ayo kita putus sebaran Covid-19. Yogya pasti bisa,” tegas Heroe Poerwadi. (Dol)
