Yogyapos.com (BANTUL) - Kegiatan literasi merujuk pada kemampuan membaca dan menulis. Namun literasi sendiri kini lebih diarahkan sebagai budaya, bukan sekedar aktivitas atau kegiatan. Menumbuhkembangkan budaya literasi sebagai sebuah ekosistem bisa dimulai dari keluarga, dilanjutkan sekolah (satuan pendidikan), dan masyarakat.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Bantul, Drs Eddy Susanto, mengungkapkan hal tersebut saat memberi sambutan kegiatan Aksi untuk Negeri bertema ‘Pemulihan dan Penguatan Ekonomi Masyarakat Pasca Covid-19’. Kegiatan diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa (Hima) Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sabtu (10/10/2020), berlangsung di Pustaka Desa Wukirsari, Imogiri, Bantul.
Menurut Eddy, literasi berbasis masyarakat akan meningkatkan wawasan dan keterampilan guna menghasilkan sumber daya manusia berkualitas. Menciptakan generasi kreatif inspiratif dan dapat bersaing di era teknologi informasi. Termasuk literasi keuangan sangat dibutuhkan masyarakat.
“Literasi keuangan memberikan pencerahan dan wawasan mengenai apa yang harus dilakukan terkait masa pandemi. Saya sangat mendukung adik-adik mahasiswa Akuntansi dari UNY dalam rangka pemulihan dan penguatan ekonomi melalui kegiatan semacam ini,” ujarnya.
Eddy mengapresiasi para mahasiswa menyangkut protokol kesehatan, seperti memakai masker dan cuci tangan pakai sabun sebelum masuk perpustakaan. Demikan pula mengukur suhu tubuh serta menjaga jarak atau mengatur tempat duduk sudah diterapkan sebagaimana disaksikannya sendiri.
“Apalagi salah satu kegiatannya ada pemasangan banner protokol Covid-19 di beberapa titik lokasi untuk mengingatkan masyarakat,” katanya.
Ketua Hima Akuntansi UNY, Ivan Kharisma, ketika menyerahkan booklet kegiatan menjelaskan sasaran Aksi untuk Negeri memang masyarakat terdampak pandemi. Pihaknya menggandeng Pustaka Desa Wukirsari karena perpustakaan desa di wilayah Imogiri Bantul itu dirasa cukup representatif dan akomodatif. Ruangannya sangat mendukung terselenggaranya kegiatan menerapkan protokol Covid-19.
“Agenda kegiatannnya selain pemasangan banner protokol Covid-19 di sejumlah titik, ada distribusi sembako bagi masyarakat bertajuk pasar murah. Pengambilan sembako diatur waktunya berdasarkan rundown kegiatan sehingga tidak menyebabkan kerumunan,” terangnya.
Dalam booklet kegiatan, sekilas digambarkan agenda utama para mahasiswa adalah diskusi membahas berbagai hal keuangan di Forum Group Discussion (FGD). Bagaimana belajar mengelola keuangan menghadapi pandemi maupun resesi ekonomi. Kemudian strategi mengubah ancaman menjadi peluang khusus usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Disinggung pula tentang pemasaran digital, cara kreatif berbisnis kala pandemi berlangsung, sampai investasi beserta resiko-resikonya.
“Saya sangat senang dan berterima kasih atas dukungan yang begitu besar dari berbagai pihak terhadap kegiatan kami. Mulai dari tim perpustakaan desa, Pemerintah Desa Wukirsari, hingga Dinas Perpustakaan,” ucapnya.
Kegiatan Aksi untuk Negeri Hima Akuntansi UNY selain dihadiri Kepala Dispusip Bantul, juga dihadiri Lurah Wukirsari bersama pengelola perpustakaan desa setempat, personil Humas Pemda DIY, dan pustakawan Dispusip. Hima Akuntansi menyerahkan plakat kegiatan yang diterima Koordinator Pustaka Desa Wukirsari, Ujang Purnomo. (Muf)
