HIPKI Bantul Berharap Atensi Moril dan Materiil dari Pemkab

share on:
Para pengurus HIPKI Bantul harapkan atensi materiil digulirkan dari Pemkab || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Meski baru sehari menduduki jabatan sebagai Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih dan Wakil Bupati Joko B Purnomo (AHM-JP) sudah ‘ditodong’ harapan. Kali ini harapan datang dari Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Penyelengara Pelatihan dan Kursus Indonenesia (DPC HIPKI) Bantul.

HIPKI Bantul menyatakan, Pemkab Bantul dibawah kepemimpinan AHM-JP perlu atensi. Bukan saja dukungan moril, tetapi juga dana. “Kami jajaran pengurus, anggota dan seluruh karyawan mengharapkan agar Bapak AHM-JP bisa memberikan dukungan dana anggaran untuk organisasi HIPKI,” kata Ketua HIPKI Bantul, Sri Hartanto SKom, di Bantul, Senin (1/3).

Sri Hartanto mengatakan, adanya subsidi anggaran dari Pemkab akan dipergunakan untuk mengadakan berbagai kegiatan. Diantaranya seminar dengan nara sumber kompeten dan tema membangun organisasi profesional yang mandiri. Selain itu juga mengagendakan pertemuan anggota dengan menghadirkan nara sumber untuk peningkatan lembaga kursus dan pelatihan (LPK).

Kegiatan penting lainnya adalah rakor pendampingan kelembagaan menuju lembaga unggul, studi banding pada lembaga di lain daerah dan juga ketersediaan adanya traning center bagi lembaga yang akan mengikuti lomba apresiasi.

“Anggota HIPKI yang terdiri dari LKP-LKP dengan berbagai jurusan diharapkan dapat membantu program membantu program Pemkab Bantul dalam meningkatkan kualitas SDM yang unggul dan memiliki daya serap kerja. Daya serap kerja meliputi industri dengan mendidik dan melatih masyarakat angkatan kerja untuk memiliki keterampilan. Ini diperlukan anggaran dari APBD,” kata Sri Hartanto.

Sementara itu, Qunut Tri Isworo SPd dan Kristiyati SPd MM, keduanya selaku pengurus HIPKI Bantul, menyatakan mendukung dan sependapat dengan harapan dari Ketua HIPK terhadap Bapak AHM-JP.

“Selama ini kami juga sudah dan akan siap membantu program pemerintah Kabupaten Bantul khususnya mencetak orang berketerampilan di bidang perpajakan, pramugari, tata busana, rias penganten satpam, rias penganten dan tata boga,” kata Qunut yang diamini Kristiyati.

Itu semua, tandasnya, juga berperan untuk penciptaan lapangan kerja dan mengurangi pengangguran di Bantul. Faktanya dari 35 LPK di Bantul yang hingg kini masih aktif setidaknya telah meluluskan sekitar 16.055 orang dari berbagai keterampilan pada tahun 2020.

Pada kesempatan terpisah, Pengelola LPK Perintis Palbapang, Drs Ariyadi, mengatakan pihaknya sependapat dan mendukung keinginan HIPKI Bantul terhadap Pemkab Bantul itu. (Supardi)

 

 

 

 


share on: