Yogyapos.com (BANTUL) - Ketua Forum Pewarta Bantul (FPB), Sukro Riyadi, mengatakan peringatan Hari Pers Nasiolan (HPN) tahun ini tidak sekadar seremonial, melainkan menjadi ruang evaluasi bagi wartawan, khususnya yang bertugas di Kabupaten Bantul. Menurutnya, perkembangan teknologi membawa perubahan besar terhadap pola kerja jurnalistik.
BACA JUGA: Silaturahmi Rois, Bupati Harda Kiswaya Berpesan Pererat Ukhuwah Islamiyah
“Peringatan HPN 2026 yang dikelola Forum Pewarta Kabupaten Bantul ini tentu menjadi refleksi bagi kita sebagai wartawan, seiring perkembangan teknologi yang sangat pesat dan berpengaruh terhadap pola kerja wartawan,” tandas Sukro dalam sambutan Peringatan HPN 2026, di Pendapa Parasamya, Selasa (10/2/2026). Acara ini dihadiri jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Bantul serta Ketua DPRD Bantul Hanung Raharjo.
BACA JUGA: Comicos 2026 Dihadiri Perwakilan 16 Negara, Ini yang Dibahas
Sukro menilai kondisi media saat ini berbeda jauh dibanding beberapa tahun lalu, ketika media konvensional memiliki pengaruh besar dalam kehidupan masyarakat.
BACA JUGA: Epstein dan Dunia yang Dikuasai Kegelapan
Kini, lanjutnya, minat baca masyarakat terhadap media cetak maupun elektronik mengalami penurunan sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi insan pers di daerah.
Sambutan Wabup Bantul Aris Suharyanta || YP-ist
“Dengan momentum Hari Pers ini kita ingin bagaimana ke depan profesi wartawan tetap bisa bertahan di tengah ketatnya persaingan,” ujarnya.
BACA JUGA; Praperadilan Tersangka Kredit Fiktif BRI Banguntapan Ditolak karena Sudah Masuk Pokok Perkara
Sukro juga tak lupa menyinggung sosok wartawan Udin yang dibunuh orang tak bertanggung jawab puluhan tahun silam. Terkait hal ini FPB terus mendorong agar sosok tersebut diusulkan sebagai pahlawan pers nasional karena dedikasinya dalam memperjuangkan kebenaran hingga akhir hayat.
BACA JUGA: SMA Muhi Yogya Catat Rekor Kirim Peserta Terbanyak Olimpicad Muhammadiyah di Makasar
"Insyaallah dalam beberapa waktu ke depan, di makam beliau sudah ada prasasti bahwa di situ adalah makam seorang wartawan yang memperjuangkan kebenaran sampai akhir hayatnya, karena kami juga sudah mengusulkan ke pemerintah pusat agar wartawan Udin bisa dijadikan menjadi pahlawan," ucapnya.
BACA JUGA: Presiden Prabowo Berikan Taklimat Peserta Rapim TNI-Polri, Tekankan Profesionalisme dan Persatuan
Sementara itu, Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta yang mewakili Bupati Bantul menyampaikan bahwa peringatan HPN menjadi momentum penting untuk meneguhkan peran pers sebagai pilar demokrasi sekaligus mitra strategis pemerintah daerah.
BACA JUGA: Praperadilan terhadap Polresta Sleman Ditolak Seluruhnya, Proses Hukum Tersangka Narkoba Dilanjut
“HPN bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum penting untuk meneguhkan kembali peran pers sebagai pilar demokrasi, penjaga nurani publik, serta mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan masyarakat,” kata Aris. (*/met)
