Siapa bilang kepedulian sosial masyarakat kita luntur? Di tengah sengkarut politik, masih banyak sekelompok masyarakat yang memiliki dan menggaungkan kepedulian sosial. Salah satunya dilakukan oleh anak-anak muda yang tergabung dalam wadah Humoriezt, baru-baru ini action menggelar bakti sosial di Dusun Ngepring, Purbobinangun, Pakem, Sleman.
Kagiatan ini sekaligus memperingati berdirinya Humoriezt ke-30. Menariknya, bakti sosial kali ini menggandeng Bhalawfirm & Associates, LBH Janoko dan Bambooland Pemuda Ngepring. Artinya, bakti sosial bukan sekadar membagi-bagi ratusan paket sembako saja, tetapi juga disisipi penyuluhan hukum.

“Cukup menarik, karena ternyata masyarakat juga tidak sekadar menukarkan kupon untk memperoleh paket sembako. Mereka banyak yang ngeh mendengarkan penyuluhan hukum, bahkan tak sedikit yang kemudian melakukan konsultasi hukum,” ujar Ketua Panitia Enji Pusposugondo SH didampingi Dewan Pembina Novy Surya Hastanto alias Gus Penceng dan Sekjen Wasis Budiantoro, Jumat (14/12/2018).
Enji mengungkapkan, bakti sosial yang mengusung tajuk ‘Humoriezt Berbagi untuk Satu Indonesia’ sudah berlangsung pada 9 Desember 2018. Diawali dengan konvoi puluhan mobil dan sepeda motor, lanjut pembagian sembako dan penyuluhan hukum.

Khusus mengenai Bambooland, Enji mengungkapkan bahwa wadah tersebut didirikan masyarakat Ngepring yg bekerjasma dengan UII dan Bambobos. Kerjasma ini memproduksi olahan batang-batang bambu yg sdh dikerjakan masyarakat berupa galar/plupuh, lidi, furnitur, mebel, besek, kere, nampan, gelas, sendok dan lain-lain.
Kegiatan kreatif ekonomi itu sekarang makin meningkat. Terutama mengolah plupuh n lidi yg diekspor ke Cina dan Lombok sebagai konstruksi bangunan berupa masjid dan tempat hunian sementara (huntra) tahan gempa. “Beberapa wktu yg lalu juga dikirim ke Dieng untuk bngunan sebagai wahana spot foto yg sekrng masih dikerjakan di tempt wisata tersebut, serta Bali untuk konstruksi hotel dan restoran,” jelas Enji

Kebanyakan pekerjanya adalah ibu-ibu rumah tangga. Mereka mengerjakan pekerjaan itu untuk menambah penghasilan atau perekonomian keluarga sehari-hari. Sedangkan untuk pengawetan bambu degan cara direbus minimal selama 4 jam degan ditabur obat pengawet yang sudah dianjurkan supaya kadar gula bambu hilang dan lebh tahan lama untuk kontruksi. Selain itu juga agar terhindar dar hama bambu yang biasanya disebut bubuk, brupa hewan pengerat bambu.

Sementara pasca bakti sosial, Humoriezt segera akan melakukan Mou dengan Bhalawfirm dan LBH Janoko terkait advokasi anggotanya yg terlibat mslah hukum. Bahkan ke depan akan ada aksi-aksi sosial ke warga sekaligus sosialisasi penyuluhan hukum terutama LBH bagi warga yg tidak mampu. (Inu)
