Yogyapos.com (BANTUL) - Bertepatan bulan Suro dan menjelang HUT Kabupaten Bantul ke-195, Pemkab Bantul menggelar tradisi jamasan atau siraman Pusaka Kabupaten Bantul Tombak Kiai Agnya Murni yang berlangsung di halaman Pendapa Rumah Dinas Bupati Bantul pada Rabu (15/7/2026) pagi.
BACA JUGA: Museum Monjali Tetap Favorit, Liburan Sekolah Tembus 5.000 Pengunjung
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul, Agus Budi Raharja memimpin proses siraman Pusaka Kabupaten Bantul Tombak Kiai Agnya Murni.
Kepala Dinas Kebudayaan Bantul (Kundha Kabudayan), Yanatun Yunadiana mengatakan siraman atau jamasan Pusaka Kabupaten Bantul Tombak Kiai Agnya Murni merupakan tradisi yang dilakukan setiap satu tahun sekali bertepatan dengan bulan Suro dengan tujuan yang pertama yakni secara filosofi adalah pembersihan diri dan secara fisik punya arti pusaka tersebut tetep terawat.
BACA JUGA: Pemda DIY Tetapkan Lima Kalurahan Mandiri Budaya 2026
"Jadi jamasan ini secara filosofi untuk pembersihan diri dan yang kedua sebagai wujud kita melestarikan kebudayaan warisan dari leluhur kita," katanya.
"Intinya setiap tahun kita melakukan pembersihan diri agar tahun-tahun kedepan pembangunan di Bantul lebih tertata dengan semangat baru untuk mencapai kesejahteraan bagi masyarakat Bantul," tambahnya lagi.
BACA JUGA: Pembangunan Gedung Baru DPRD DIY Ditarget Kelar Akhir 2026
Menurutnya, selain siraman pusaka Tombak Agnya Murni juga dilakukan siraman lima tombak pengiringnya dan dua songsong yakni songsong jene (songsong warna polos) dan songsong yang memiliki dua warna.
"Tombak Agnya Murni merupakan pemberian dari Sri Sultan Hamengku Buwono X dan pusaka tersebut disimpan di rumah dinas bupati," ungkapnya.
BACA JUGA: Polisi Ringkus Dua Pembobol Toko Kelontong di Banguntapan, Sita Motor Curian dan Sembako
Pada siraman tahun ini, selain pusaka Kabupaten Bantul, pusaka dari 17 kapanewon juga diikutkan pusaka tombak dari desa-desa pamor budaya.
"Jadi setiap tahun kita melakukan verifikasi terhadap desa pamor budaya dan desa yang lolos setiap sebanyak lima desa akan mendapatkan pusaka tombak dan tombak pusaka itu yang kita ikutkan untuk siraman," tandasnya.
BACA JUGA: Komunitas Ojol Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Solusi Perkuat Solidaritas dan Kondusivitas
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih berharap dengan tradisi siraman Pusaka Kabupaten Bantul Tombak Kiai Agnya Murni menjauhkan masyarakat Bantul dari hal-hal yang buruk dan selamat daei hal-hal yang tidak baik.
"Tradisi Siraman ini merupakan lambang dari semangat kita untuk membersihkan diri, badan dan hati supaya dapat bekerja dengan baik, dapat melayani masyarakat semakin baik sebab ASN di Bantul merupakan birokrat yang menerima amanat untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Bantul," katanya singkat. (Dwa)
