Imlek 2571, Angling Wijaya: Bijaklah Demi Kebajikan

share on:
Ketua Klenteng Gondomanan, Angling Wijaya || YP/ismet

Yogyapos.com (YOGYA) - Menyambut Imlek 2571, ratusan patung dewa yang menghuni Klenteng Fuk Ling Miau Gondomanan, Yogyakarta, Minggu (19/1/2020) mulai diturunkan dari singgasana altar, kemudian dibersihkan oleh para jemaat dan relawan.

Jamasan patung-patung dewa ini merupakan agenda tahunan menyambut Imlek, yang merupakan Hari Raya Umat Konghucu di seluruh penjuru negeri, tak terkecuali Indonesia. Pengurus Klenteng Gondomanan sebagaimana diunglapkan Ketuanya, Angling Wijaya alias Ang Peng Siang melakukan prosesi jamasan seminggu sebelum hari H.

“Imlek kali ini akan jatuh pada 25 Januari 20020. Mestinya sejak kemarin kami melakukan jamasan patung dewa. Tapi karena kesibukan, baru hari ini dilakukan jamasan,” ujar Angling Wijaya didampingi istrinya Fransisca Ratnasari.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, prosesi dimulai dengan sembahyang. Para jamaat kemudian menurunkan patung Hok Ting Cin Sien (Dewa Bumi) dari altar, disusul patung-patung lainnya ke pelataran klenteng. Satu per satu patung-patung itu dibersihkan, dijamas menggunakan air aroma cendana.

Prosesi jamasan ini dibantu belasan relawan antara lain dari kelompok Galang Kemajuan Ladies pimpinan Retno Dewayani dan gerakan Sosial Mulyo Abadi yang diketuai Belly Angling Kuntesa Murni Susilowati. Sampai siang tadi patung Dewa Bumi dan 15 patung lainnya yang sudah dijamas itu telah dikembalikan lagi di altarnya.

“Dalam kepercayaan kami, patung dewa-dewa ini harus dijamas karena segera naik ke atas untuk musyawarah para dewa, yang nantinya akan turun lagi ke bumi pada 28 Januari,” sela Angling Wijaya.

Angling berharap, berkumpulnya dewa-dewa di langit sana akan memberikan kabar gembira bagi keselamatan umat di bumi. Alhasil, Imlek 2571 berkenaan dengan shio tikus ini benar-benar membawa berkah kehidupan bangsa dan negara.

Sebab, lanjut Angling Wijaya, shio tikus mengharuskan umat waspada. Harus sanggup berlaku bijak dan bajik terhadap sesamanya. Jangan terjebak pada sifat angkara dan mencari keuntungan sendiri. Tantangannya adalah tekad bersabat dan ulet agar memperoleh kebahagiaan. “Penting bagi kita bersikap bijak demi kebajikan. (Met)

 


share on: