Yogyapos.com (SLEMAN) - Selalu tersenyum dan ramah, itulah pembawaan coach Irawan Triwibowo (49) saat serius mengajari calon-calon pemain tenis belia di Lapangan Tenis Pemkab Sleman DIY yang terletak di Tridadi Kabupaten Sleman. Bahkan sikap tersebut diterapkan saat dirinya diminta untuk melatih tenis pada kalangan remaja hingga orang dewasa.
Pelatih yang juga mantan atlet tenis ini mulai menggeluti olahraga pukulan bola hijau ini sejak tahun 1986 dan pernah menorehkan segudang prestasi sebagai juara dalam sejumlah kejuaraan di tingkat Kabupaten Sleman, Provinsi DIY bahkan dikancah nasional. Berbekal segudang pengalaman, bapak dua anak ini kerap diminta untuk mendampingi sebagai pelatih tenis di wilayah DIY.
“Kalau saya mulai bisa main olahraga tenis diawali dengan otodidak, bakat alami, lalu dengan ditangani banyak pelatih dan di situ mulai mengasah kemampuan sebagai atlit tenis,” kata pria yang akrab disapa Mas Irawan saat ditemui di lapangan Tenis Pemkab Sleman, Minggu (5/3/2023).
Diungkapkan, dari catatan pengalaman dirinya pernah menorehkan sejumlah prestasi, diantaranya juara pada Kejuaraan tenis Bupati Sleman Cup saat Bupati Sleman dijabat oleh Samirin, selain itu pernah juga untuk mengikuti kejuaraan tingkat junior Provinsi DIY, termasuk tampil di ajang tenis junior tingkat nasional.
Coach Irawan (kanan) dan Coach Miana (kiri) saat melatih tenis peserta anak-anak || YP- Foto Eko Purwono
“Alhamdulillah saat ini sudah ada beberapa orang yang meminta untuk dilatih main tenis, mulai dari anak TK pelajar mahasiswa, umum dan sampai orang tua, mulai yang belajar bermain teknik tenis profesional atau untuk sekedar sebagai hobi atau untuk kesehatan, saya akan melatih sebaik mungkin,” kata ayahanda petenis junior nasional Amora Ziankha Wibowo dan Amoret Jelang Valentino.
Menurut dia, menggeluti olahraga tenis dapat diawali sedini mungkin jika menginginkan berlanjut terjun ke dunia profesional, para pemain besar biasanya memulai karier sejak masih sangat muda.
“Kita bisa belajar olahraga tenis sejak dini, tentunya dengan belajar dan terus belajar teknik bermain tenis yang benar ditambah pengalaman bertanding tentunya menjadi modal untuk terjun ke profesional dan menjadi atlit muda yang potensial,” ujarnya
Dirinya menilai, cabang olahraga tenis sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah juga organisasi cabang terkait, salah satunya dibutuhkan dukungan finansial dan pembinaan dalam rangka mendukung dan memperkenalkan cabor tenis sebagai suatu olahraga yang dilakukan oleh para generasi muda Indonesia dan agar lebih populer dikenal masyarakat.
“Dukungan pemerintah sangat kami harapkan, selain itu kita sebagai pecinta olahraga tenis bisa memulai dari diri kita sendiri, misalnya memberikan contoh kepada anak kita sendiri untuk mencintai olahraga ini, sehingga diharapkan cabor tenis ini makin dikenal masyarakat luas dan dapat mencetak para atlit berkualitas,” tuturnya. (Opo)
