Yogyapos.com (BANTUL) - Seiring dengan persaingan yang kian meningkat, setiap pelaku bisnis dituntut aktif, kreatif dan inovatif agar usahanya dapat eksis berkembang menangguk keuntungan besar.
Kiat itu dijalani oleh Isnu Pradana (26) warga Karangweru Rt 02 Kalurahan Tirtomulyo Kapanewon Kretek Kabupaten Bantul. Ia, sejak sekitar sua tahu terahir, gigih bermanuver. Alhasil usahanya ‘menyulap’ limbah kayu menjadi berbagai barang jadi nyatanya menguntungkan. Bahkan sanggup memberikan lapangan kerja bagi sejumlah orang.
“Semua barang jadi ini kami buat mengunakan sebitan (limbah) kayu. Kami berkreasi menjadikannya bermacam barang jadi, antara lain seperti penahan ponchel, meja, hiasan dinding dan kalung,” tutur Isnu Pradana di workshop miliknya, Jumat (5/5/2023).

Pemuda alumnus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengaku terinspirasi membuat produk-produk tersebut saat pertama kali membuat meja kecil. Ternyata sebitan kayu dapat dijadikan barang-barang berharga melalui sentuhan tangan dan daya kreasi yang tinggi.
“Alhamdulillah dari waktu ke waktu selalu muncul kreasi baru dan diminati masyarakat. Sehingga produksi meningkat, dan tak lagi harus dikerjakan sendiri tetapi juga dibantu empat orang pekerja,” sambungnya sembari sesekali merapikan pekerjaannya.
Sementara itu, supaya barang produknya dapat lebih dikenal dan laku di pasaran, ia pun melakukan promosi dan penjualan secara online. Sedangkan penjualan secara langsung di berbagai tempat keramaian diantara di daerah Maloboro Yogyakarta.
Harga hasil karyanya bervariasi dan tergantung jenis, ukuran dan kualitasnya. Misalnya hiasan dinding dibandrol Rp 200.000 hingga Rp 2 juta per unit. Meja Rp 400.000, tempat ponsel rata-rata Rp 50.000 per buah dan kalung Rp 80.000 per buah. (Spd)
