Yogyapos.com (KULON PROGO) - Tantangan zaman tak bisa lagi dihindari. Peluang dan hambatan harus dihadapi, sementara dinamika masyarakat semakin meningkat dengan adanya teknologi informasi. Penting bagi Aparatur Sipil Negara di lingkungan Dinas Pariwisata Kulon Progo untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi agar bisa memberikan layanan yang baik dan cepat kepada masyarakat.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo, Dra. Niken Probo Laras SSos MHum mengatakan hal itu kepada yogyapos.com usai rapat koordinasi di kantor setempat, (Rabu 16/1/2019). Peningkatan itu, lanjut Niken, merupakan tanggung jawab moral ASN kepada masyarakat yang semakin dinamis. "Kita tak mungkin lari dan berdiam diri melihat dinamika masyarakat yang semakin kritis dan peduli terhadap eksistensi kita," tandasnya.
Ada dua alasan, menurut Niken, yang bisa dijadikan pijakan pengabdian, yakni digelarnya 'Jogja Heboh' selama bulan Februari 2019 untuk mengantisipasi menurunnya kunjungan wisata, dan, rencana beroperasinya bandara baru Kulon Progo bulan April 2019.
"Kami menginstruksikan tidak saja kepada ASN Pariwisata untuk menginformasikan hal ihwal tentang pariwisata Kulon Progo, tetapi juga tak henti memberikan penyuluhan dan pemberdayaan kepada segenap pengelola wisata dan jaringan yang terkait,” jelasnya. Didukung sistem aplikasi teknologi yang memadai, kami yakin Kulon Progo bisa bangkit dan mengejar sejumlah ketertinggalan yang ada, imbuhnya.
Lebih jauh Niken menjelaskan, bagi ASN yang mampu memberikan kinerja dan layanan prima, tentu akan berkorelasi dengan indeks tambahan penghasilan pegawai (ITPP). Yakni rasio kemampuan keuangan daerah dalam pengalokasian besaran tambahan penghasilan pegawai. "Dengan adanya tambahan penghasilan yang diberikan dalam bentuk uang kepada pegawai yang besarannya didasarkan pada nilai capaian SKP itu, kami berharap bisa memotivasi pegawai untuk meningkatkan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tandasnya.
Terkait digelarnya Jogja Heboh, Niken menginstruksikan kepada jajarannya untuk mengidentikasi, menulis, dan mempublikasikan kepada masyarakat. "Misalnya menyangkut cendera mata khas Kulon Progo, kuliner yang ada, dan destinasi yang dimiliki. Kami target minggu ini semua sudah selesai,” katanya yakin. (Udi)
