Yogyapos.com (SLEMAN) - Pemerintah Kabupaten Sleman memperkuat pengawasan untuk menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Melalui pemantauan langsung di agen dan pangkalan elpiji, pemerintah memastikan stok elpiji 3 kilogram berada dalam kondisi aman dengan distribusi yang terjaga kelancarannya.
BACA JUGA: Milad ke-83, UII Gandeng Pemkab Sleman Baksos dan Bedah Rumah
Pemantauan yang dilakukan di Agen PT Expra Baru di Nogotirto dan Pangkalan Fajar Group Grosir di Balecatur pada Kamis (5/3/2026) ini, sebagai upaya pemerintah memastikan stok elpiji bersubsidi tersedia bagi masyarakat.
BACA JUGA: Safari Tarawih di Dusun Kembang, Bupati Harda Tekankan Peningkatan Ukhuwah Islamiyah
Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Susmiarto menjelaskan bahwa alokasi kuota elpiji 3 kilogram untuk wilayah Sleman pada tahun 2026 mencapai 47.014 metrik ton (MT) atau setara dengan 15.671.333 tabung.
BACA JUGA: UAJY Bukber Bareng Jurnalis Pererat Kemitraan
Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kelangkaan saat hari libur nasional, pemerintah daerah telah mengajukan tambahan kuota fakultatif secara bertahap. Penambahan tersebut mencapai puncaknya pada bulan Maret dengan tambahan sebesar 219.360 tabung, untuk mengimbangi lonjakan permintaan masyarakat jelang lebaran.
BACA JUGA: Sanggar Anak Tumbuh Panjangrejo Lolos Asesmen Wilayah Program Pelita
"Kami ingin memastikan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan elpiji melon. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Sleman telah mengajukan tambahan kuota fakultatif kepada Pertamina, untuk menutup kekosongan pengiriman saat hari libur nasional,” ujarnya.
BACA JUGA: Antisipasi Cuaca Ekstrem, DLH Sleman Dirikan Posko 24 Jam
“Kami harapkan dengan penambahan ini, kebutuhan rumah tangga maupun usaha mikro dapat terpenuhi dengan baik," sambung Susmiarto saat meninjau ketersediaan stok di lapangan.
BACA JUGA: Danrem 072/Pmk Gelar Safari Ramadhan Bersama Pangdam IV/Diponegoro
Terkait harga, Susmiarto menegaskan bahwa Harga Eceran Tertinggi (HET) elpiji 3 kg tetap stabil mengacu pada Keputusan Gubernur DIY Nomor 457/KEP/2024. Harga di tingkat pangkalan ditetapkan sebesar Rp 18.000 per tabung, dengan dukungan distribusi dari 38 agen dan 2.802 pangkalan di seluruh Sleman.
BACA JUGA: Kolaborasi Paguyuban Toko Kelontong Madura dan Polda DIY Ciptakan Kamtibmas
Selain ketersediaan stok, aspek perlindungan konsumen juga menjadi prioritas melalui pengecekan ketepatan volume gas oleh UPTD Metrologi Legal.
BACA JUGA: Pemkal Condongcatur Gelar Pembayaran PBB-P2 Massal, Disediakan Doorprize
"Berdasarkan hasil pengecekan sampel secara acak dari tingkat SPPBE hingga pengecer, volume elpiji 3 kg yang beredar di wilayah Sleman masih memenuhi ambang batas yang ditetapkan, yaitu 8 kg dengan toleransi plus-minus 90 gram,” jelasnya.
“Masyarakat tidak perlu khawatir mengenai isi tabung karena pengawasan takaran terus kami lakukan secara ketat," tegas Susmiarto.
BACA JUGA: Pertamina Patra Niaga Pastikan Ketersediaan Pasokaan Energi Selama Ramadhan dan Idul Fitri
Selain elpiji, pemantauan juga menyasar kesiapan 51 SPBU dan 27 Pertashop di wilayah Sleman. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman juga aktif melakukan uji tera pada alat pengisian bahan bakar guna menjamin keadilan bagi konsumen.
BACA JUGA: Jalani Sidang Disiplin, Mantan Kapolresta Sleman Kena Sanksi Mutasi-Demosi
Susmiarto mengimbau masyarakat agar tidak terjebak dalam perilaku belanja berlebih atau panic buying yang justru dapat mengganggu stabilitas pasar.
BACA JUGA: Ramadhan, Ambulans NU Care Lazisnu Bantul Tetap Siaga
"Pemkab telah berkomunikasi dengan PT Pertamina Patra Niaga dan Hiswana Migas bahwa kebutuhan BBM dan elpiji bersubsidi akan tercukupi selama masa libur Idul Fitri. Kami mohon masyarakat belanja dengan bijak sesuai kebutuhan saja. Jika ditemukan indikasi kecurangan takaran atau kelangkaan stok, segera laporkan melalui kanal Lapor Sleman atau Call Center Pertamina 135 agar bisa segera kami tindak lanjuti," pungkasnya. (*/Agn)
