Jihat, Dari Petani Biasa ke Pengusaha Pembibitan Tanaman

share on:
Jihat di kebun pembibitan miliknya, di Caturharjo, Ngaglik, Sleman || YP-Agung DP

Yogyapos com (SLEMAN) - Budidaya cabai yang sukses selalu dimulai dari langkah awal yang tepat, yaitu mempersiapkan media semai yang berkualitas sehingga bibit yang kuat akan menjadi pondasi bagi tanaman cabai yang sehat dan produktif di kemudian hari.

BACA JUGA: Tim Putra UKSW dan Putri SCU Juara Campus League 1 Yogya, Mou dengan UII Berjenjang

Di Caturharjo, Ngaglik, Sleman, seorang pemuda Jihat (48) telah membuktikan bahwa tekad dan kerja keras bisa mengu bah hidup. Bermula sebagai petani biasa. Ia kini dikenal sebagai salah satu pembibit jenis tanaman cabai, terong, hingga pepaya di daerahnya.     

BACA JUGA: Peradi Yogyakarta Dampingi 50 Korban Daycare Little Aresha, Siapkan Gugatan Perdata

"Pembibitan Mandiri Tani belum lama dibuka, tapi alhamdulilah sudah berjalan mengingat kebutuhan petani," ungkap Jihat kepada yogyapos.com saat ditemui di tempat usahanya, Jumat (8/5/2026).

Menurutnya, mulai berjalannya usaha pembibitan ini tidak terlepas dari semakin banyak petani yang membutuhkan bibit dan pembibitan harus tersedia, Sehingga biar petani tidak kesulitan mencari bibit varitas cabai maupun bibit lainnya.

BACA JUGA: Taklimat Akhir Audit Kinerja Itdam IV/Diponegoro, Ini Hasilnya

Jihat juga menyediakan berbagai jenis bibit cabai tahan virus, seperti, Jenio, Absult, Pedro Tavi, O'ER Tavi dan Brengos 99 maupun benih jenis ORI yang masih orijenal. 

"Selain itu, kami juga menyediakan jenis bibit selain cabai, seperti pepaya, tomat, terong lalap dan terong sayur," ungkapnya.

BACA JUGA: Bupati Harda Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Warga Transmigrasi

Berapa harga bibit-bibit tersebut? Jihat mengatakan untuk harga bibit cabai per batang Rp 300, sedangkan pesan 1 baki atau kerak Rp 80 ribu. Pepaya beli bijian Rp 1.500 sampai Rp 2.500 dan satu kerak Rp 150 ribu, dan Terong Rp 70.000. (Agn)

 


share on: