Yogyapos.com (YOGYA) – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta sekaligus Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menerima kunjungan dua pembalap Indonesia yang berlaga di kejuaraan dunia, Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama.
Dalam pertemuan di Keraton Kilen Yogyakarta, Minggu (19/7/2026) malam, kedua pembalap mendapat doa restu serta pesan agar tetap bermental kuat dari Sultan.
BACA JUGA: Halaqah RMI PCNU Pekalongan, Gus Hilmy Soroti Peran Ulama dalam Isu Pencemaran Lingkungan
"Kalau saya hanya berharap sama mereka berdua. Ini kan generasi muda kita. Saya hanya memberikan doa restu saja dan juga pesan. Kamu sudah pilihannya jadi pembalap, jangan mengatakan, 'Wah ini susah, itu berat, tidak bisa.' Ya sudah kalah sebelum bertanding," ujar Sultan usai pertemuan.
BACA JUGA: Usai Pulang ke Indonesia, Veda dan Mario Langsung Geber Latihan di Mandalika
Menurut Sultan, seorang atlet harus memiliki motivasi yang kuat untuk terus berjuang dan berusaha memenangkan setiap pertandingan. Semangat tersebut, kata dia, harus tumbuh dari dalam diri atlet.
"Harus punya motivasi untuk memenangkan setiap pertandingan. Kita ini hanya bisa menyampaikan harapan-harapan, tapi kalau dirinya sendiri hatinya kecil, ya susah," katanya.
BACA JUGA: Pelatihan SDM Sekolah Ungggul Garuda, Build Positive Service Perkuat Sinergi GTK SMA Muhi
Sultan menambahkan, mental bertanding yang kuat akan membuat atlet Indonesia tidak merasa minder saat menghadapi para pembalap maupun atlet dari berbagai negara.
"Bertanding sama juara-juara internasional pun tidak ada masalah. Motivasi untuk fight itu ada pada dirinya sendiri, bukan kami-kami ini. Kami hanya mendukung," ucap dia.
BACA JUGA: Meriah! Hari Jadi ke-78 Kalurahan Sinduadi Diwarnai Karnaval Budaya
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) Ahmad Fajar mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari silaturahmi sekaligus memohon doa restu kepada Sri Sultan sebelum Mario Aji dan Veda Ega Pratama kembali menjalani kompetisi internasional.
BACA JUGA: Nabila Firamanda Latifa, Jawara Seni Asal Banyurejo Tempel yang Menginspirasi
Menurut dia, kehadiran kedua pembalap di level Moto2 dan Moto3 menjadi kebanggaan bagi Indonesia. Terlebih, Veda Ega Pratama merupakan pembalap muda asal Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Mereka sebagai anak Indonesia yang mampu menembus Moto3 dan Moto2 merupakan momentum yang langka, terlebih Veda berasal dari DIY," kata Ahmad.
BACA JUGA: Ribuan Santri Ikuti Ta'aruf Akbar, PPM MBS Yogyakarta Teguhkan Semangat Ilmu dan Akhlak
Dia berharap kiprah Mario dan Veda di kejuaraan dunia dapat mengharumkan nama Indonesia sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berprestasi di tingkat internasional. (Jhw)
