Yogyapos.com (BANTUL) - Warga di Dusun Jogonalan Lor, Desa Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul lockdown dan hanya 1 akses masuk kampung dari 4 akses jalan yang dibuka. Aksi lockdown warga kampung Jogonalan ini sempat diunggah ke media sosial dan mendapatkan respon beragam dari warganet.
Kepala Dusun Jogonalan Lor, Yayim Sugianti membenarkan tindakan lockdown merupakan kesepakatan warga kampung namun masih ada 1 akses jalan yang dibuka bagi warga untuk keluar masuk kampung.
"Jadi yang kita tutup adalah 3 akses jalan di sisi utara kampung Jogonalan yang langsung terhubung dengan jalan Ring Road Selatan Bantul," katanya saat dihubungi awak media, Sabtu (28/3/2020).
Kadus perempuan ini mengaku penutupan akses jalan untuk meminimalisir orang-orang asing yang masuk kampung, selain itu juga meminta warga agar di rumah saja jika tidak ada keperluan yang sangat penting.
"Jadi disini jumlah kepala keluarganya cukup banyak yakni 658 dan sepakat untuk 3 akses jalan masuk kampung," terangnya.
Penutupan 3 akses jalan ini terkait dengan adanya salah satu warga yang meninggal namun ambulan yang membawa jenazah petugasnya menggunakan pakaian APD ala astronot sehingga warga melakukan antisipasi dini. Warga sendiri belum mengetahui apakah yang wafat itu positif Covid-19 atau tidak namun demikian almarhum mempunyai riwayat penyakit jantung.
"Almarhum merupakan warga asli dusun Jogonalan dan hanya punya riwayat jantung. Sebelum dinyatakan meninggal, almarhum ada riwayat batuk-batuk kemudian dibawa ke rumah sakit hari Senin dini hari yang lalu," ujarnya.
Diketahui, pada Jumat malam lalu seorang warga tersebut meninggal dunia dan jenazahnya diantar dengan ambulan dari rumah sakit oleh petugas menggunakan pakaian APD.
Atas kejadian tersebut akhirnya warga sepakat menutup 3 akses jalan menuju kampung dan hanya membuka 1 akses jalan kampung dari arah timur PT Madukismo dan warga sepakat jika nantinya hasil laboratorium sudah keluar maka akan ada tindak lanjut lagi dari masyarakat. (Dws)
