Yogyapos.com (SLEMAN) - Kesiapan relawan menghadapi dampak bencana alam sangat penting untuk meminimalkan kerugian dan menyelamatkan nyawa. Relawan perlu ditingkatkan kapasitasnya sehingga penanganan bencana berjalan secara efektif dan efisien.
BACA JUGA: DPC Gerindra Bantul Gembira & Optimis Jembatan Kabanaran Dapat Tingkatkan Perekonomian
Demikian dikatakan Lurah Pondokrejo Sleman, R Widayatma SE, saat menghadiri kegiatan Peningkatan Kapasitas Relawan di Aula Kantor Kalurahan setempat, Kamis (20/11/2025) malam.

Kegiatan dihadiri Jogoboyo Pondokrejo Rahmat Nuryanto, Babinkantibmas dan Babinsa. Hadir pula dua narasumber, yakni Staf Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Sleman Ismardiyanto dan Ketua Forum Komunikasi Komunitas Relawan Sleman (FKKRS) Yoga Nugroho Utomo.
BACA JUGA: Tim Dalpoggar Kodam IV/Diponegoro Kunjungi Korem 072/Pmk
"Kegiatan peningkatan kapasitas relawan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan untuk menghadapi kejadian bencana alam, kita juga mengalokasikan anggaran untuk penanggulangan bencana,"kata Widayatma.
Dijelaskan, kegiatan diikuti para relawan yang tergabung dalam Tim Reaksi Cepat (TRC) Relawan Pondokrejo dan sejumlah komunitas relawan di Kapanewon Tempel.
BACA JUGA: Kantor BUKP Kemantren Tegalrejo Digeledah, Ini Tujuannya
Ia mengapresiasi para relawan yang selalu hadir pertama saat bencana datang. Menurutnya, relawan ini menjadi ujung tombak kegiatan mitigasi dan sosialisasi di lingkungan masyarakat.
"Kalau jumlah relawan yang aktif ada 20 orang, selama ini peran relawan sangat penting di wilayah kami, mereka selalu hadir dalam kegiatan kesiapsiagaan," ujarnya.
BACA JUGA: Presiden Prabowo Resmikan Rumah Sakit Kardiologi Emirates-Indonesia di Solo
Sementara itu, Yoga Nugroho Utomo menyampaikan perlunya dibangun sinergitas lintas sektor dalam penanganan bencana alam.
"Dengan sinergitas lintas elemen diharapkan dapat disusun pencanaan, agar pelaksanannya lebih efektif dan efisien," sebutnya.
Ismardiyanto berharap melalui kegiatan peningkatan kapasitas relawan dapat dibangun budaya siaga bencana di tengah masyarakat. (Opo)
