Kampanye ‘Brutal’ ala Caleg Mantan Jurnalis

share on:
Caleg PDIP FX Endro Tri Guntoro | YP/Ist

Yogyapos.com (GUNUNGKIDUL) – Setiap Calon Legislatif punya cara masing-masing dalam meraih simpati publik. Tapi cara yang diambil Caleg  PDIP DPRD Gunung Kidul FX  Endro Tri Guntoro tergolong sangat  unik dan langka. Mantan Jurnalis sebuah harian lokal di Yogya ini memilih bus umum sebagai sarana berkampanye.

Bagi Endro, kepercayaan  itu tidak ditunggu, tetapi harus dijemput. Karena itu, Endro tak segan melakukan berbagai cara untuk menjemput kepercayaan rakyat untuk dirinya. Menyambangi rakyat kecil, menyapa petani buruh, njagong bersama anak-anak muda itu sudah biasa dilakukan sejak muda. Apalagi sebelum menjadi jurnalis Endro adalah seorang aktifis pergerakan. 

Tetapi di era aspirasi politik telah berubah menjadi transaksi ekonomi ini, Endro memilih  melawan arus dengan mengambil langkah yang tidak biasa. Berorasi dari bus  penumpang yang satu ke penumpang lainnya. Endro tak peduli, apakah penumpang itu ber KTP Gunung Kidul ataupun tidak. Karena bagi dia yang terpenting adalah usaha.

“Ini usaha saya sepekan ini supaya tetap bisa berinteraksi dengan warga masyarakat pemilih di Wonosari,“ ujar Endro kepada yogyapos.com, Kamis (7/2/2019 ).


Endro Tri Guntoro sudah sepekan naik turun bus umum mengampanyekan dirinya | YP/Ist

Endro  mengaku bahwa dirinya sadar, kalau cara yang dilakukannya itu tak biasa. Bahkan dia menyebut cara berkampanye yang dilakukannya sebagai cara kampanye yang brutal. Jadi, ketika banyak caleg lain berkampanye lewat bagi-bagi sembako, Endro justru nongkrong di Terminal Wonosari. Sambil menunggu penumpang terisi penuh, dia masuk ke dalam bus dan berorasi layaknya aktifitas mahasiswa. Usai orasi, Endropun membagi-bagikan selebaran seraya berpesan agar nantinya memilih dirinya pada saat pemungutan suara. 

Pekerjaan berkampanye dalam bus penumpang ini mengingatkan dirinya  semasa muda yang juga sering mengamen dalam bus penumpang  jika sedang suntuk dan senggang. Namun cara kampanye yang disebutnya sebagai kampanye brutal ini ternyata tidak sia-sia. Karena beberapa penumpang ternyata jadi tahu bentuk surat suara yang nanti akan dipakai dalam Pemilu yang berlangsung bulan April 2019 ini.

“Langkah ‘brutal’ yg saya lakukan ini ternyata cukup dipahami mereka yg sama sekali belum memiliki gambaran kelima surat suara yang akan dihadapi di dalam bilik suara nanti,” tandas alumni STPMD Yogya


share on: