Kawulo Ngayogyakarta Gelar Kirab Budaya Tolak Kekerasan

share on:
Kirab budaya tolak kekerasan SekberKesistimewaan DIY, dari Terminal Condongcatur menuju Mapolda DIY, Kamis (26/2/2026) || YP-ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Kawulo Ngayogyakarta yang tergabung dalam Sekretariat Bersama (Sekber) Keistimewaan DIY menggelar aksi damai penyampaian aspirasi melalui kirab budaya tolak kekerasan, Kamis (26/2/2026).

BACA JUGA: Bangga dengan Paspor Indonesiaa di Tengah Tantangan Brain-Drain

Peserta aksi kirab budaya diikuti Tiga pasukan Bregada Rakyat Widya Permana, Bregada Rakyat Jaladwara dan pasukan Bregada Rakyat Wirotomo yang juga diikuti masyarakat adat budaya dikawal oleh Payuyuban Keamanan Kraton (Paksi Katon) Aparat Keaman dan Jaga warga.       

BACA JUGA: Sejumlah Sekolah di Tridadi Sleman Sudah Dua Bulan Tak Menerima MBG?

Mereka bergerak dari titik kumpul Terminal Condongcatur menuju halaman Mapolda DIY. Sesapai disana diterima oleh Wakapolda DIY beserta jajarannya, kemudian menyampaikan pernyataan sikap yang dibacakan oleh Widihasto Wasana Putra selaku Ketua Sekretariat Bersama (Sekber) Keistimewaan DIY, berisi: 1) Bahwa setiap penyampaian aspirasi harus berada dalam koridor hukum dan tata tertib yang berlaku, 2) Menolak  segala bentuk kekerasan, anarkisne, provokasi serta tindakan perusakan fasilitas umum, 3) Mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa menjaga kerukunan, menghormati hak-hak sesama serta memelihara ketentraman dan kedamaian bersama.

"Semoga Tuhan Yang Maha Esa senan tiasa membimbing kita dalam menjalan kan demokrasi yang santun, dewasa dan bertanggungjawab," pungkas Widihasto. 

BACA JUGA: Terima Audiensi Nayantaka, Danrem Informasikan 35 Lokasi KDMP di DIY

Wakapolda DIY,BrigjenPol Eddy Djunaedi SIK menerima dengan baik aksi damai yang dikemas dengan kirab budaya ini 

"Atas nama pimpinan Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta, kami menyapaikan apresiasi dan penghormatan setinggi- tingginya kepada seluruh peserta kirab budaya yang hari ini hadir dengan penuh ketertiban, mengenakan busana adat Ja wa dan Nusantara sebagai simbol kelu huran budi dan jati diri budaya,” kata Wakapolda DIY.

BACA JUGA: Rakor di Dispertaru DIY Dihadiri Danrem, Gubernur Apresiasi Program KDKMP

Wakapolda mengungkapkan, kegiatan "Pratelan Budhaya Tolak Kekerasan Utamakan Katentreman” adalah pesan moral yang sangat kuat. Budaya Yogyakarta adalah budaya adiluhung yang menjun jung tinggi tata krama, tepa selira, dan harmoni sosial. Pesan ini selaras dengan semangat keistimewaan Daerah Istime wa Yogyakarta sebagai daerah yang me ngedepankan nilai kebudayaan dalam menyelesaikan persoalan.

Ia juga menegaskan, dalam dinamika kehidupan demokrasi, penyampaian aspirasi adalah hak setiap warga negara. Namun, sebagaimana dhawuh Ngarsa Dalem Sri Sultan, yang mengingatkan agar aspirasi disamaikan dengan santun dan tanpa kekerasan. “Maka pesan damai yang disampaikan hari ini menjadi sangat relevan dan strategis,” tandasnya.     

BACA JUGA: Sejumlah Sekolah di Tridadi Sleman Sudah Dua Bulan Tak Menerima MBG?

Menurutnya, peristiwa aksi anarkis yang terjadi sebelumnya, menjadi preseden yang kurang baik bagi citra Yogyakarta sebagai Kota Budaya dan Kota Pelajar. “Oleh karena itu, kehadiran panjenengan semua di halaman Polda DIY dengan membawa pesan damai justru memper kuat resonansi moral bahwa DIY menolak kekerasan dalam bentuk apa pun, termasuk perusakan fasilitas umum serta  fasilitas Negara,” pungkasnya. 

BACA JUGA: Seorang Mantan Pejabat Publik Sleman Jadi Korban Penipuan Online

Dalam hal ini Polda DIY berkomitmen:

1. Menjamin kebebasan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi secara damai dan sesuai ketentuan hukum.

2. Mengedepankan pendekatan humanis, dialogis, dan persuasif dalam setiap pengamanan kegiatan masyarakat.

3. Bersama seluruh elemen masyarakat menjaga katentreman lan karaharjan di Bumi Mataram ini.

BACA JUGA: Gugatan terhadap RS dan Dokter Mata, Hakim Beri Kesempatan Mediasi

Polda DIY percaya bahwa keamanan bukan hanya tugas kepolisian, tetapi tanggung jawab bersama. Sinergi antara aparat dan masyarakat adat, tokoh budaya, serta seluruh warga DIY adalah benteng utama agar Yogyakarta tetap teduh, aman, dan bermartabat. (Agn)  


share on: