Ke Gunungkidul, Menhan Serahkan Bantuan Sumur Bor dari Universitas Pertahanan RI

share on:
Menhan Prabowo Subianto bersalaman dengan Danrem Brigjen TNI Joko Purnomo di sela acara penyerahan bantuan sumur bor dan pipanisasi, di Pasar Sido Wayah, Wareng, Wonosari, Gunungkidul, Rabu (9/8/2023) || YP-Penrem

Yogyapos.com (GUNUNGKIDUL) – Menteri Pertahanan Republik Indonesia Letjend TNI (Purn) Prabowo Subianto menyatakan, bantuan sumur bor dan pipanisasi berasal dari program pengabdian masyarakat Universitas Pertahanan Republik Indonesia, diharapkan dapat membantu permasalahan air yang seringkali terjadi di Gunungkidul. 

Penegasan tersebut disampaikannya dalam sambutan penyerahan bantuan Sumur Bor dan Pipanisasi untuk warga bertempat, di Pasar Sido Wayah, Wareng, Wonosari, Gunungkidul, Rabu (9/8/2023). Ikut mendampingi mantan Danjen Kopasus dalam acara ini Danrem 072/Pmk Brigjen TNI Joko Purnomo.

Prabowo mengungkapkan, sesuai Instruksi Presiden RI Ir Joko Widodo bahwa kita bisa membantu masyarakat dan mengatasi kesulitan masyarakat. Salah satu bentuk dalam mengatasi masyarakat dari Kemenhan RI melalui Unhan yaitu dengan memberikan bantuan dan pembuatan sumur Bor.

Kebutuhan air merupakan kebutuhan dasar atau pokok untuk masyarakat, untuk itu Unhan akan mempelajari tentang teknologi air yang nantinya akan di manfaatkan untuk masyarakat.

“Tolong di manfaatkan sebaik mungkin dan di rawat sarana prasarana bantuan sumur bor, semoga dengan adanya bantuan ini dapat mencukupi kebutuhan air bersih di setiap titik penerima bantuan,” tegasnya.

Usai penyerahan bantuan, Bupati Gunungkidul H Sunaryanto mewakili masyarakat mengucapkan banyak terimakasih kepada Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan Universitas Pertahanan RI atas Program pembangunan sumur bor di Kalurahan di wilayah Kabupaten Gunungkidul.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Menhan, Kementerian Pertanahan, dan Universitas Pertanahan yang telah membangun sumur bor dan pipanisasi di 11 titik lokasi di Gunungkidul,” jegasnya.

Menurutnya, kebutuhan air bersih yang cukup dan berkualitas masih menjadi masalah di beberapa Wilayah di Kabupaten Gunungkidul. Kondisi geografis yang kebanyakan merupakan dataran tinggi dan keterbatasan sumber-sumber air permukaan merupakan salah satu kendala. Tetapi di sisi lain, potensi air bawah tanah, sebenarnya cukup melimpah, hanya saja dibutuhkan teknologi khusus untuk mengangkat potensi tersebut ke permukaan, agar dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul sendiri terus berupaya menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, baik pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi, swasta, akademisi, maupun masyarakat sendiri untuk terus mengupayakan yang terbaik sebagai solusi jangka panjang dalam pemenuhan kebutuhan air bersih bagi seluruh warga. 

Oleh karena itu, mengingat bantuan seperti ini merupakan wujud kepercayaan dan dukungan tak ternilai bagi upaya tersebut, saya sangat berharap agar seluruh warga dapat bahu-membahu menjaga, merawat, dan memelihara sarana dan prasarana yang ada sehingga manfaatnya dapat lestari. (*/Met)

 


share on: