Yogyapos.com (JAKARTA) - Hasil studi Programme for International Student Assessment (PISA) yang dirilis Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) menunjukkan Indonesia selalu menempati peringkat rendah. Kondisi tersebut membuat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kemudian fokus pada peningkatan hasil belajar murid. Hal itu mesti didukung pula oleh adanya peningkatan kompetensi guru, salah satunya melalui ‘Program Guru Penggerak’.
Kemendikbud tengah mempersiapkan peluncuran Program Guru Penggerak dengan membuka kesempatan bagi widyaiswara, kepala sekolah, guru, maupun praktisi pendidikan untuk menjadi fasilitator dan pendamping calon Guru Penggerak. Guru Penggerak dan tim pendukungnya dipastikan mampu mencetak SDM unggul, berkompetensi global, dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila.
“Kami mengajak para insan pendidikan terbaik bangsa menghadirkan perubahan nyata dunia pendidikan Indonesia dengan bergabung menjadi tim pendukung Guru Penggerak. Semua pemangku kepentingan bergotong royong mencetak SDM unggul adalah kunci transformasi pendidikan mencapai visi Indonesia 2045” terang Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Iwan Syahril, di Jakarta, melalui siaran pers yang diterima yogyapos.com, Sabtu (13/06/2020).
Menurut Iwan, transformasi pendidikan yang dicita-citakan bersama hanya bisa terwujud saat semua pemangku kepentingan berorientasi pada murid. Program Guru Penggerak menitikberatkan kualitas pelatihan dan pendampingan. Tujuannya agar peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang berdaya dan berkomitmen meningkatkan kualitas proses serta hasil belajar murid.
“Kemendikbud siap merekrut sebanyak 280 fasilitator dan 560 pendamping. Fasilitator dan pendamping menjadi indikator guna memastikan dampak baik dan keberlangsungan program Guru Penggerak. Karena itulah, para widyaiswara kami ajak bergabung dan berpartisipasi sebagai fasilitator,” ujar Iwan
Iwan menjelaskan, peran fasilitator sangat penting dalam memandu proses pelatihan daring, mengumpulkan tugas-tugas peserta, memberi umpan balik dan motivasi, serta memfasilitasi refleksi belajar selama proses pelatihan calon Guru Penggerak. Di samping itu, guru, kepala sekolah, dan praktisi pendidikan berpengalaman serta mampu mempraktikkan merdeka belajar juga didorong mengikuti seleksi sebagai pendamping.
“Para partisipan akan berperan sebagai pelatih dan mentor bagi para calon Guru Penggerak. Sementara para pendamping diharapkan menjadi rekan diskusi membantu calon Guru Penggerak mengimplementasikan merdeka belajar di sekolah. Merekal nanti memfasilitasi lokakarya bulanan, mencatat perkembangan, dan memberi umpan balik yang konstruktif,” paparnya.
Para guru maupun praktisi pendidikan dipersilahkan bergabung apabila berminat. Rekrutmen fasilitator dibuka 15-24 Juni 2020 dan rekrutmen pendamping (tim pendukung) dibuka 15-26 Juni 2020. Sedangkan untuk Program Guru Penggerak mulai dibuka pada 13 Juli 2020. Informasi mengenai kriteria, proses rekrutmen dan pendaftaran lengkap dapat diakses melalui laman resmi https://sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/gurupenggerak. (Muf)
