Yogyapos.com (BANTUL) – Pemerintah Kabupaten Bantul memperoleh Sertifikat Indikasi Geografis Wayang Kulit Tatah Sungging Dusun Pucung Kalurahan Wukirsari Imogiri dari Kementerian Kumham RI DIY.
BACA JUGA: Seorang Perempuan di Mejing Wetan Diduga Jadi Korban Pembunuhan
Penyerahan sertifikat penghargaan ini dilakukan oleh Kepala Kementerian Kumham DIY Agung Rektono Seto SE MSi diterima oleh Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, di Ruang Kerja Bupati, Selasa (4/11/2025).
Sertifikat tersebut selanjutnya diserahkan kepada tokoh perajin kulit, Sujiyono dan Lurah Wukirsari Susilo Hapsoro, disaksikan sejumlah pejabat Kepala OPD.
BACA JUGA: Danrem Tinjau Lokasi Rencana Pembangunan Kodam Baru di Bantul
"Sertifikat ini merupakan salah satu wujud nyata pengakuan dan legalitas keberadaan tatah sungging wayang di Bantul,” ungkap Bupati.
Sertifikat semacam ini merupakan yang ketiga kalinya setelah sebelumnya juga diperoleh untuk gerabah Kasongan Kasihan Bantul dan batik tulis Trimulyo Jetis atau Giriloyo Wukirsari Imogiri. Bukti pengakuan sekaligus perlindungan kepada perajin dan Wilayah Bantul sebagai penghargaan dan hak cipta untuk Bantul sebagai penghasil tanah sungging wayang. Diharapkan dapat memotivasi para perajin tatah sungging wayang dan masyarakat serta Dinas yang berkompeten membina industri itu.
BACA JUGA: Pemkab Sleman Genjot Pembangunan Sejumlah Infrastruktur
Sementara itu, Kepala Kementrian Kumham DIY Agung Rektono Seto, menyebutkan penghargaan ini diputuskan melalui mekanisme sesuai ketentuan. Artinya dilakukan penelitian dan lain sebaginya sehingga Kementrian tersebut ahirnye memberikanya.
"Unsur pokok sasaran penelitiannya mencakup kegiatan warga (perajinnya), ketahanan melestarikannya, pengaruhnya dengan budaya serta ekonomi,” jelas Agung.
BACA JUGA: JCW Kirim Surat ke Kejagung , Minta Supervisi Pengusutan Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman
Sujiyono selaku perajin menyebutkan manfaat sertifikasi ini adalah untuk perlindungan bahwa tatah sungging wayang adalah berasal dari Bantul. “Ada barcotnya, sehingga memudahkan dan melindungi kami saat berpameran di luar negeri, akan aman dari kemungkinan adanya pengekliman tatah sungging wayang oleh negara lain,”.
Sedangkan Lurah Wukirsari Susilo Hapsoro, menginformasikan jumlah perajin kulit dan tatah sungging wayang di Pucung ada ratusan dan tenaga kerjanya sekitar 400 orang. (Spd)
