Keraton Yogyakarta Tampilkan Peristiwa Geger Sepehi di Pameran Suma Kala

share on:
GKR Bendara, saat Konperensi Pers Pameran Sumakala di Keraton Yogyakarta, Senin (17/10/2022) || YP-Ist

Yogyapos.com (YOGYA) - Menarasikan kembali pemerintahan Sultan HB III dan HB IV, Keraton Yogyakarta menggelar Pameran Akhir Tahun dengan tajuk ‘Sumapala’. Berbeda dengan pameran sebelumnya, pameran ini mengedepankan penceritaan pasca peristiwa Geger Sepehi, Yogyakarta di bawah pemerintahan kedua Sultan yang mengalami saat-saat temaram.  

Penghageng KHP Nitya Budaya Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara menyampaikan bahwa penyelanggaraan pameran ini sebagai momentum dan upaya Keraton untuk merekonstruksi ulang kisah-kisah Sultan terdahulu. Meskipun kedua Sultan, yakni Sultan ke-3 dan Sultan ke-4 mengalami kondisi yang sulit, tetapi berbagai prestasi dalam pemerintahan maupun pembangunan kebudayaan di Keraton turut disumbangkan.

“Beberapa masih bisa kita lihat sampai sekarang, seperti tari Bedhaya Durmakina, Babad Ngayogyakarta, maupun kereta-kereta kebesaran dari masing-masing Sultan” tangkas GKR Bendara, Penghageng KHP Nitya Budaya, Keraton Yogyakarta,” ujar GKR Bendara kepada sejumlah wartawan di Keraton Yogyakarta Senin (17/10/2022).

 Ditambahkan GKR Bendara, pameran ini menjadi tantangan tersendiri bagi keraton dan tim pameran. Sebab, pasca peristiwa Geger Sepehi (1812), keraton yang megah menjadi porak-poranda. Benda budaya, kekayaan material, hingga pusaka yang dimiliki keraton dijarah habis-habisan oleh prajurit Sepoy sehingga sumber-sumber mengenai pemerintahan keraton pada awal abad ke-19 praktis tidak banyak ditemukan. Oleh karenanya, Keraton mencoba membaca ulang sejarah semasa 1812-1822 dan mewujudkannya dalam bentuk visual.

Penyelenggaraan pameran akan dilaksanakan di Komplek Bangsal Pagelaran, dan secara resmi akan dibuka nantinya pada Jumat (28/10/2022). Berbagai kegiatan pendukung pameran juga akan digelar, seperti napak tilas kediaman putra mahkota, menjelajahi ruas penyerangan Geger Sepehi, hingga berbagai diskusi dan lokakarya yang berkaitan dengan tema pameran. Sebagai institusi budaya, Keraton Yogyakarta turut menggandeng komunitas untuk bekerjasama dalam penyelenggaraan pameran sehingga keterlibatan masyarakat dalam upaya melestarikan sejarah dan kebudayaan semakin luas.  (*/Sulistyawan Ds)

 

 


share on: