KETUA IPI DIY, SARWONO SIP MA: Kompetensi Pustakawan Perlu Ditingkatkan

share on:
Salah satu nara sumber sedang menyampaikan materinya || YP/Mufti

Yogyapos.com (SLEMAN) - Pustakawan sebagai pejabat fungsional, baik yang bekerja di instansi pemerintah maupun swasta dituntut berkarya sekaligus mengelola waktunya sehingga dapat meraih karir cemerlang. Karena itulah kompetensi pustakawan perlu ditingkatkan. Salah satunya dengan mengikuti pelatihan Penyusunan Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK).

Demikian ditegaskan Ketua Umum Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) DIY, Sarwono SIP MA saat menutup kegiatan pelatihan Penyusunan DUPAK di Hotel Grand Tjokro, Jalan Gejayan Sleman, Kamis (12/12/2019).

Sarwono menuturkan, pelatihan bertujuan untuk memberikan bekal serta menambah wawasan dan pengetahuan dalam upaya meraih karir puncak sebagai pustakawan. Dia berharap, selain akan meningkatkan kinerja, pustakawan dapat menerapkan apa yang telah diperoleh dari pelatihan di instansinya masing-masing.

“Pustakawan harus jeli ketika menyusun DUPAK dan harus banyak menulis agar mampu meraih angka kredit maksimal sehingga kenaikan pangkat berlangsung lebih cepat,” ujarnya.

Sedangkan ketua panitia kegiatan, Sri Endang Yektiningsih dalam laporan penyelenggaraan tertulis dibacakan Sekretaris menyampaikan pelatihan dilaksanakan selamaduahari (11-12 Desember). Kegiatan terlaksana atas kerjasama Pengurus Daerah IPI DIY dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY. Kegiatan yang sebelumnya dibuka Kepala DPAD DIY, Dra Monika Nur Lastiyani MM ini berjalan tertib dan lancar, pesertanya pun melebihi target.

Lebih jauh dilaporkan, pelatihan penyusunan DUPAK diikuti sebanyak 28 peserta dari unsur pustakawan, pejabat struktural, dan tenaga teknis lainnya. Mereka merupakan perwakilan perpustakaan umum provinsi, kabupaten/kota, perguruan tinggi, sekolah, juga perpustakaan khusus. Diharapkan, melalui pelatihan para peserta dapat memahami DUPAK dan mampu mengimplementasikannya sesuai petunjuk teknis.

Sementara itu, salah seorang panitia menuturkan pada yogyapos.com bahwa materi dan nara sumber pelatihan di hari pertama meliputi: IPI dan Pengembangan Pustakawan (Sukirno SIP MA, Pustakawan Fakultas Kedokteran UGM), Jabatan PustakawanSebagaiProfesiPilihan (DrsBudiyono SIP, PustakawanAhliUtama DPAD DIY), Kegiatan Pustakawan dalam Permenpan RB Nomor 9 Tahun 2014 (Dra Sri Ambarwati MIP, Pustakawan DPAD DIY), dan Penetapan Angka Kredit; Daftar Usulan dan Mekanismenya (Uminurida Suciati, Pustakawan UGM).

Kemudian pada hari kedua, peserta dibimbing untuk praktik (latihan) menyusun DUPAK didampingi tim pustakawan DPAD DIY dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Padasesipraktekinidijelaskanbagaimana proses dan mekanisme penyusunan DUPAK dari awal hingga pengajuan ke tim penilai. Kemudian bagaimana alur pengajuannya serta berkas apa saja diperlukan termasuk cara perhitungan angka kreditnya.

“Dengan adanya praktik, para peserta terutama yang belum pernah mengajukan angka kredit akan mendapat gambaran mengenai penyusunan DUPAK,” tuturnya.

Tri Hardiningtyas (pustakawan UNS) saat diminta memberikan kesannya sebagai perwakilan peserta mengaku senang mengikuti pelatihan kali ini. Penyelenggaraan pelatihan ia rasakan cukup baik dan nara sumber pun kompeten berpengalaman. Selain memperoleh tambahan ilmu dan wawasan, dia juga mendapatkan teman baru dari berbagai lembaga perpustakaan baik yang di Yogyakarta bahkan luar Jawa.

“Dari mereka inilah kita sharing dan mengetahui kondisi serta perkembangan instansi tempat kerja kita masing-masing,” katanya. (Muf)


share on: