Ketua PKB DIY Berharap Konferwil NU Hasilkan Pengurus yang Kredibel

share on:
Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keabangkitan Bangsa (PKB) DIY, Agus Slistiyono || YP-Supardi

Yogyaapos.com (BANTUL) - Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keabangkitan Bangsa (PKB) DIY, Agus Slistiyono, menginginkan Konferesnsi Wilayah (Komferwil) ke-XV kredibel. Selain itu mengusung program kerja yang memudahkan peningkatan kemaslahatan nahdiyin khususnya dan masrarakat luas umumnnya. 

“Kami ingin dan berobsesi seperti itu, karena selama ini NU banyak jasanya.  Maka pada perode 2022/2027 diharapkan juga semakin memberikan manfaat kepada masyarakat,” ujar Agus Sulistiyono saat menghadiri pembukaan Konferwil PW NU  DIY KE-XV, di Pondok Pesantren Al Furqoon Kapanewon Sanden Kabupaten Bantul, Sabtu (15/1).

Ia menyatakan, kepengurusan seperti itu tentunya juga berdasarkan pada dakwah ala ahlu sunnah wal jamaah dan azwaja yang memang selama ini merupakan ciri khas NU. Ini juga akan dilakukan oleh para kiai dan juga nahdiyin di tengah masyarakat. 

“Saya menginginkan bahwa budaya dan adat silaturahmi juga tetap melekat pada masayarakat NU khususnya dan umum pada umumnya termasuk kami yang kebetulan sebgai Ketua DPW PKB  DIY,” tandas Agus. 

Sementara itu, dalam sidang Komisi-komisi Konferwil ini di bidang Basul Masail (Hukum Agama Islam terhadap masalah baru yang belum ada ketentuan hukumnya dan akan duberikan ketentuan) juga dibahas. 

Dalam Basul Masail tentang hukum mengadili pelaku klitih yang masih dibawah umur, diputuskan ta'zir (hukuman kepada santri yang melakukan pelanggran tertentu secara fisik).

Pada kesempatan itu, disimpulkan bahwa memberikan hukuman sesuai dengan hukum positif yang berlaku kepada pelaku lkitih yang masih dibawah umur, itu hukumnya diperbolehkan. Alasannya karena klitih mengakibatkan madlorot (efek negatif) yang cukup luas.. 

Sedangkan kukum ta'zir kepada santri yang melakukan suatu pelanggran di pesantren perlu direfisi dan diganti hukuman dengan lain yang lebih positif yang bukan fisik. Konferwil tidak merekomendasikan hukuman fisik itu. 

Pada kesempatan itu, juga nampak hadir  dan ikut memberikan masukan basul masaail juga Anggota DPD asal DIY Helmy Muhammad (Gus Hilmy). (Spd)

 


share on: