DINAMIKA zaman yang ditandai oleh perkembangan rias dan tata busana harus diantisipasi oleh para perias pengantin. Mempertahankan tradisi tentu baik, tetapi mengikuti perkembangan juga bukan sebuah kesalahan. Di situlah peranan perias menjadi sangat penting.
Hal itu seperti disampaikan Kirana dalam Workshop Semi Private Make Up OMORFIA Studio, di KJ Hotel Prawirotaman Yogyakarta, Selasa (15/1/2019). Untuk itu, lanjut Kirana, Kita memperkenalkan beberapa trik dan cara baru kepada para peserta make up art (MUA) yang berasal dari Yogyakarta dan sekitarnya. “Dengan begitu para pengantin make up modern tak hanya berpaku pada tradisi atau yang sudah pakem,” tandasnya.
Peserta workshop yang berjumlah 25 orang itu antara lain diajari membuat kontur wajah untuk orang yang muka bulat akan kelihatan tirus, atau muka kotak menjadi tirus. Kontur, menurut Kirana ada dua, yakni kontur dalam dipakai setelah memakai foundation, sedang kontur luar dipakai setelah memakai bedak.

Salah sat karya rias pengantin Evinda yang sedang digemari banyak pengantin | YP/Wahjudi
"Peserta juga diajari menjahit bulu mata, pemakaian komposisi cara mencapur beberapa foundation sesuai komposisi yang tepat. Intinya, kami memperkenalkan rias pengantin gaya Barbie Bride. Dari situ akan bisa mengikuti dinamika zaman sesuai perkembangan tata busana," urai Kirana.
Salah satu peserta yang ditemui yogyapos.com, Evinda, mengakui workshop ini penting bagi para perias. " Kami dikenalkan cara pembuatan alis yang berbeda dari biasanya. Sehingga pengantin akan terlihat natural", jawab owner Evinda Make Up Klaten. MUA dia ketekuni karena selama ini telah mengggeluti tata busana, sehingga ke depan dia berharap bisa sekaligus menyediakan layanan rias pengantin bergaya modern.(Udi)
