Konferensi Internasional NWI: Perempuan UMKM Penggerak Ekonomi & Pembangunan Berkelanjutan

share on:
Presiden Nuraa Women’s Institute, Dr Nurhayati Ali Assegaf di acara Konferensi Internasional bertajuk “Peran Perempuan dalam Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Berkelanjutan”, di Hotel Le Meridien, Jakarta, Sabtu (11/10/2025) || YP-Ist

Yogyapos.com (JAKARTA) - Nuraa Women’s Institute (NWI) menggelar Konferensi Internasional bertajuk “Peran Perempuan dalam Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Berkelanjutan”, di Hotel Le Meridien, Jakarta, Sabtu (11/10/2025).

BACA JUGA: Siloam Hospitals Yogya Gelar Skrining Payudara, Berambisi Raih Rekor MURI

Presiden Nuraa Women’s Institute, Dr Nurhayati Ali Assegaf, menyampaikan kepada awak media pada Senin (13/10/2025) bahwa konferensi tersebut bertujuan membahas peran strategis perempuan dalam sektor UMKM untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional, dan partisipasi aktif perempuan di sektor tersebut dapat memperkuat daya saing sekaligus menciptakan pembangunan yang lebih inklusif.

Konferensi tersebut mengangkat tiga topik utama yang berfokus pada penguatan peran perempuan dalam dunia usaha. Pertama, Praktik Bisnis Berkelanjutan dan Akses Keuangan bagi Perempuan Pengusaha (SDG 1: No Poverty, SDG 4: Quality Education, SDG 12: Responsible Consumption and Production). Kedua, Inovasi dan Teknologi untuk Perempuan Pengusaha (SDG 4: Quality Education, SDG 8: Decent Work and Economic Growth, SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure). Ketiga, Pengembangan Kebijakan dan Kerangka Regulasi dalam Mendukung Perempuan (SDG 5: Gender Equality, SDG 16: Peace, Justice and Strong Institutions).

BACA JUGA: Gus Hilmy: Islam Menjunjung Martabat Disabilitas Psikososial

Nurhayati menekankan bahwa perempuan bukan hanya pelaku usaha kecil, tetapi juga agen perubahan dalam menciptakan inovasi dan lapangan kerja. “Pemberdayaan UMKM perempuan berarti mempercepat agenda SDGs (Sustainable Development Goals/Tujuan Pembangunan Berkelanjutan) di bidang ekonomi dan sosial,” ujarnya.

Konferensi tersebut dihadiri oleh beragam peserta dari berbagai latar belakang, termasuk pelaku UMKM, pembuat kebijakan, perwakilan pemerintah, pihak perbankan, akademisi, mahasiswa, serta tokoh masyarakat. Para pembicara dari dalam dan luar negeri turut hadir sebagai narasumber untuk memberikan perspektif global mengenai pemberdayaan ekonomi perempuan.

Jakarta dipilih sebagai tuan rumah karena dinilai strategis sebagai pusat pertukaran gagasan dan kolaborasi antarnegara. Menurut Nurhayati, melalui konferensi tersebut Nuraa Women’s Institute berharap dapat membuka ruang dialog yang produktif serta memperkuat jejaring perempuan penggerak UMKM di tingkat global.

BACA JUGA: JCW: Gunakanlah 'Follow The Money' Usut Aliran Dana Dugaan Korupsi

“Partisipasi publik adalah kunci, dan konferensi ini dirancang sebagai forum inklusif bagi siapa pun yang peduli terhadap masa depan ekonomi dan pencapaian SDGs,” tambahnya.

Dari hasil pembahasan, konferensi tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi penting. Pemerintah diharapkan dapat menyediakan kerangka kebijakan dan regulasi yang lebih inklusif guna mendukung pertumbuhan serta pengembangan UMKM perempuan (SDG 5: Gender Equality). Sektor swasta juga diharapkan berperan aktif melalui program kemitraan, pendampingan, dan pengembangan kapasitas bagi pelaku UMKM perempuan (SDG 17: Partnerships for the Goals).

BACA JUGA: Kabupaten Sleman Terima Bantuan 15.000 Bibit Kelapa Genjah Pandanwangi

Selain itu, pemerintah dan sektor swasta perlu memperluas akses pasar dan peluang pengadaan bagi UMKM perempuan (SDG 8: Decent Work and Economic Growth). Lembaga internasional, organisasi masyarakat, dan institusi seperti NWI pun diharapkan terus melaksanakan pelatihan serta program peningkatan kapasitas bagi perempuan pengusaha (SDG 4: Quality Education).

Lebih lanjut, Nurhayati menyampaikan bahwa Konferensi Internasional Nuraa Women’s Institute menjadi wadah kolaboratif bagi para pemangku kepentingan untuk bertukar gagasan, pengalaman, dan strategi dalam memperkuat peran UMKM perempuan sebagai pilar penting pembangunan ekonomi berkelanjutan.

BACA JUGA: Akhir Lusono Bersyukur Kiprahnya Sebagai Penyiar Terdeteksi KPID DIY

Ia berharap hasil konferensi tersebut dapat menjadi acuan bagi berbagai pihak dalam memperkuat sinergi menuju tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan ekonomi perempuan di Indonesia. (Muhammad Fadhli)

 


share on: