Konflik PT Tirta Investama vs CV Sumber Tirta, Puluhan Pekerja Resah Kehilangan Pekerjaan

share on:
Para pekerja masih melakukan aktivitas distribusi Aqua galon yang masih tersisa di gudang CV Sumber Tirta || YP-Ismet NM Haris

Yogyapos.com (SLEMAN) – Kecemasan masih menyelimuti puluhan pekerja CV Sumber Tirta, distributor air mineral Aqua Danone di Kronggahan, Sleman. Pasalnya sejak 30 September 2023 pihak PT Tirta Investama (Produsen Aqua Danone) memutus hubungan kerja dengan CV Sumber Tirta.

Bahkan kecemasan sudah berlangsung selama sekitar dua pekan lalu sejak para pekerja itu memeroleh informasi rencana pemutusan kerjasama. Meski demikian para pekerja CV Sumber Tirta tetap melakukan aktivitas seperti biasa, mendistribusikan Aqua galon kepada pelanggan.

BACA JUGA: KPPU DIY-Jateng Memroses Pelaporan CV Sumber Tirta terhadap Aqua Danone

Direktur CV Sumber Tirta, Arif Budiono, menyatakan kekecewaannya terhadap keputusan yang diambil PT Tirta Investama. Sebab selama ini tak ada kesalahan apa pun, serta memenuhi target penjualan lebih dari 138.000 galon setiap bulan. Sedangkan pihak PT Tirta Investama menyatakan keputusan itu dilakukan karena kerjasamanya sudah berakhir, sebagaimana pernah diberitakan sebelumnya oleh yogyapos.com dan beberapa media massa lain.

Sebagai upaya untuk memeroleh keadilan atas putusan yang dinilainya sepihak itu, Arif telah melaporkannya ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Jateng-DIY. Ia merasa telah diperlakukan tidak fair sebagai distributor.

BACA JUGA: Menggandeng Tarumartani, Wabup Joko Purnomo Panen Tembakau Grompol di Jolosutro

Mengenai keresahan disampaikan oleh Krisna (43) selaku pegawai bidang administrasi CV Sumber Tirta. Sarjana Ekonomi ini membenarkan selama ini CV Sumber Tirta sebagai distributor Aqua telah menjalankan kerjasama secara baik.

“Saya yang mencatat prestasi penjualannya, tak pernah kurang dari yang telah ditarget,” ujarnya pekan lalu.

Menurutnya, jika tiba-tiba tanpa ada kesalahan apa pun ternyata diputus kerjasamanya oleh PT Tirta Investama. “Saya sangat menyayangkan. Ini berarti puluhan pekerja CV Sumber Tirta kehilangan pekerjaan yang sudah belasan bahkan berpuluh ditekuninya,” tandasnya.

BACA JUGA: Polda DIY Gelar Latihan Pra Operasi Mantap Brata Progo untuk Pemilu 2024

Hal senada disampaikan Sudarman selaku penanggung jawab gudang. Ia seolah tak percaya dengan keputusan itu. “Saya sudah nyaman bekerja di Sumber Tirta ini,” tukasnya.

Kedua pekerja ini tetap berharap ada peninjauan ulang keputusan tersebut. Sehingga dapat bekerja seperti sediakala.

Kecemasan dan keprihatinan juga disampaikan Agus Sawit, salah satu diantara belasan sopir truk yang biasa mengangkut Aqua dari pabriknya di Delanggu ke Depo Sumber Tirta Yogyakarta. “Sejak Pabrik Aqua di Delanggu ini beroperasi, saya sudah bekerja mengantar Aqua ke Depo Sumber Tirta,” katanya.

Baginya pekerjaan tersebut dirasa cukup nyaman. Jarak tempuh yang dilalui relatif dekat dan rutin. Upahnya sebagai sopir juga sudah pasti. Usai mengantar Aqua bisa langsung pulang ke rumah bertemu kembali dengan keluarga.

BACA JUGA: Danrem Ikut Rombongan Panglima TNI Ziarah ke TMP Kusumanegara

Oleh karena itu dia, seperti juga belasan sopir lainnya, berharap agar kerjasama antara PT Tirta Investama dan CV Sumber Tirta tidak putus. Sehingga mereka tidak kehilangan pekerjaan dan penghasilan rutinnya.

Merespon keresan para pekerja ini, Arif menyatakan hal itulah yang juga menjadi beban moral dia. Sebab itu pihaknya akan terus berjuang mencari kejelasan penyebab diputusnya kerjasama.

Arif juga menunjukkan tanggung jawabnya kepada para pekerja, yakni dengan tetap memberikan upah meski sejak 30 September tak lagi memeroleh kiriman Aqua oleh PT Tirta Investama. Termasuk kepada para sopir, pihaknya telah membayar kewajibannya. (Met)

 

 

 


share on: