KONSORSIUM LPPM PTMA: Menristekdikti Dorong Akademisi Jadi Peneliti

share on:
Prof Bambang Brodjonegoro saat menjelaskan paparannya di hadapan perwakilan LPPM PTMA || YP/Fadholy

Yogyapos.com (YOGYA) - Sebanyak 90 perwakilan Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LPPM) Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia mengikuti Silaturahmi Konsorsium Nasional, yang berlangsung pada 7-8 Januari di Hotel Harper Jl Mangkubumi Yogya.

Dalam silaturahmi tersebut mengangkat tema: ‘Membangun Peradaban Berkemajuan Melalui Ukhuwah Riset Pengabdian dan Publikasi’. Hadir pada acara tersebut Menristekdikti yang juga Kepala Badan Riset Nasional Prof Bambang Brodjonegoro SE MUP Phd, Kepala Lembaga Dikti Yogya Prof Didi Achari SE Mcom, serta Rektor UMY Dr Ir Gunawan Budiyanto MP,

UMY didapuk sebagai tuan rumah (penyelenggara) pada hajatan perdana konsorsium LPPM PTMA. Acara ini dihelat untuk mengintensifkan komunikasi serta kerjasama antar PTMA se-Indonesia dalam kegiatan penelitian ilmiah dan pengabdian kepada masyarakat. Problematik masyarakat sangat beragam dan penyelesainnya pun membutuhkan riset dari para peneliti yang tergabung dalam wadah PTMA.

Prof Didi Achari mengatakan, untuk mengoptimalkan peran konsorsium maka diperlukan komunikasi reguler agar sejumlah program dapat dirumuskan dan diimplementasikan. “Selain bisa menguatkan ukhuwah antar LPPM PTMA se-Indonesia, acara ini jangka panjangnya adalah untuk membahas berbagai kegiatan di tingkat nasional ataupun daerah yang sejalan dengan program pemerintah dan berharap bisa memberikan kontribusi yang optimal,” tutur Prof Didi membuka acara.

Menristekdikti Prof Bambang Brodjonegoro dalam pemaparannya menjelaskan jika sangat mengapresiasi langkah PTMA yang mengadakan sebuah silaturahmi konsorsium sebagai wadah komunikasi dan kerjasama kontinuitas. Menurut Prof Bambang, pada era sekarang kebijakan pada lini riset dan inovasi sangat dibutuhkan. Ini berkaca pada masih minimnya jumlah peneliti yang ada di Indonesia.

“Dengan adanya wadah konsorsium ini, mudah-mudahan menstimulus para akademisi muda menjadi peneliti-peneliti baru yang mampu menciptakan sebuah produk kompetitif yang mempunyai value market global. Terkait pos anggaran di Kemenristek Dikti yang terbilang kecil, lantaran kurangnya partisipasi lembaga non pemerintah. Kami pun mendorong pihak swasta, beragam lini usaha serta BUMN untuk menggairahkan sektor riset, teknologi dan penelitian. Sedangkan relevansi perguruan tinggi dengan industri sangatlah erat. Sektor jasa dan manufaktur masih punya peluang besar untuk kita berkembang. Jangan jalan ditempat pada tahapan prototipe, karena sebuah produk itu harus ‘jadi’. Jangan setengah-setengah,” ungkap Kepala Badan Riset Nasional ini.

Sedangkan Rektor UMY Dr Gunawan menaruh harapan besar jika Muhammadiyah bisa bersinergi dengan pemerintah untuk bergerak di sektor riset dan penelitian, guna kemajuan Bangsa dan kemaslahatan umat.

“Kami juga tengah fokus pada pendampingan UMKM. Serta yang tak boleh dikesampingkan adalah memegang teguh Tridharma Perguruan Tinggi, yang meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” tandas Rektor UMY.   (Dol)

 


share on: