Yogyapos.com (SLEMAN) -Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia bersama Pemkab Sleman menyelenggarakan sosialisasi anti korupsi, di Pendapa Parasamya Kantor Setda Kabupaten Sleman Rabu, (22/4/2025).
Sosialisasi ini dikemas dalam program talkshow bertajuk ’Ngopi atau Ngobrol Antikorupsi’ dihadiri Wakil Ketua KPK RI, Ibnu Ba suki Widodo yang sekaligus juga menjadi narasumber bersama dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Susmiarto.
BACA JUGA: Eksekusi Rumah di Banguntapan Mulus, Advokat Herkus Apresiasi Pengadilan
Kegiatan Ngopi ini menyasar bergai elemen masyarakat diantaranya tokoh masyarakat, tokoh adat dan organisasi Masyarakat, untuk mewujudkan Kabupaten Sleman bebas dari korupsi.
BACA JUGA: GRIB Jaya DIY-Kodim Yogya Salurkan 1.000 Takjil, Disambut Gembira Warga
Sekda Susmiarto mewakili Bupati Sleman, mengapresiasi Ngobrol Antikorupsi ini sebagai upaya bersama dalam membangun kesadaran kolektif dari bawah (grassroots) hingga birokrasi sebagai sarana edukasi dan diseminasi nilai-nilai antikorupsi.
Ia menambahkan, Pemkab Sleman berkomitmen mendukung gerakan nasional pemberantasan korupsi, baik dari aspek struktural maupun kultural.
BACA JUGA: Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata, Jangan Cuma Karyawan Bawahan yang Dijadikan Tersangka
“Kami berkomitmen untuk mendukung gerakan nasional pemberantasan korupsi baik dari aspek struktural maupun kultural. Alhamdulillah Indeks capaian Monitoring Center for Prevention (MCP) Pemerintah Kabupaten Sleman tahun 2024 sebesar 97,38% dengan peringkat 14 nasional dan peringkat 1 DIY,” ujar Susmiarto.
Para narasumber 'Ngopi' bersama KPK || YP-Ist
Sementara itu, Wakil Ketua KPK RI Ibnu Basuki Widodo menyampaikan tujuan agenda Ngobrol Antikorupsi ini adalah untuk berkolaborasi dalam pemberantasan korupsi serta diharapkan seluruh lapisan masyarakat termasuk pemerintah dan tokoh masyarakat di Sleman dapat melakukan pencegahan pemberantasan korupsi sesuai bidang masing-masing.
BACA JUGA: LBH Nusa Menempati Kantor Baru di Jalan Kabupaten Nomor 99 Sleman
Ia menambahkan melalui kegiatan ini juga dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai dampak dan permasalahan korupsi di Indonesia. Ibnu juga berpesan dalam implementasi pencegahan korupsi tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat masyarakat namun juga seluruh lapisan masyarakat melalui penanaman integritas mulai sejak dini.
BACA JUGA: Pengungkapan Dugaan Korupsi di Diskominfo Sleman Terus Bergulir
“Mari kita bersama-sama untuk selalu menanamkan integritas sejak dini yang menjadi aspek utama dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi. Korupsi adalah kejahatan luar biasa yang berdampak ke seluruh aspek kehidupan masyarakat. Oleh karenanya budaya antikorupsi harus benar-benar kita implementasikan dan ini adalah peran kita bersama,” jelas Ibnu. (*/Agn)
