KPSPAM Tirto Makmur Tempel Penyedia Air Bersih yang Perlu Diteladani

share on:
Penyerahan bantuan Viar dari Danang Maharsa kepada Mudakir MH || YP-Wahjudi Djaja || YP-Wahjudi Djaja

Yogyapos.com (SLEMAN) - Sudah lebih dari 13 tahun Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum (KPSPAM) Tirto Makmur Dukuh Kadirojo Margorejo Tempel Sleman berdiri. Selama itu pula lembaga ini berjasa dalam menyediakan air bersih bagi warga. 

BACA JUGA: Dwi Manunggal Group Luncurkan 'Jusc dan Mexc', Tingkatkan Target Rp 15 M Setiap Bulan

Dalam Laporan Tutup Tahun 2025 yang digelar di Joglo Kadirajan, Sabtu (3/1/2026) malam, Ketua KPSPAM, Purwana menyampaikan dari sumur alami, dibangun 2 penampung yang bisa mensuplai 143 KK di Kadirojo.

"Semua ditangani secara sukarela bersama 20 warga. Harapan kami ini bisa mengurangi beban warga terkait kebutuhan air bersih,” ungkapnya.

BACA JUGA: Momentum HAB 2026: Merawat Kerukunan dan Membangun Sinergitas Umat

Mudakir Mardi Harjono selaku sesepuh dan inisiator menyampaikan, program PKSPAM Kadirojo didirikan pada 2012. "Kami memiliki sumber mata air yang besar dan melimpah. Setelah dapat bantuan dari pemerintah, kami bangun instalasinya dan kami rawat sampai saat ini. Bahkan, kesinambungan KPSPAM Kadirojo yang paling lama bertahan sehingga diapresiasi pemerintah,” tandasnya.

Penampung air PKSPAM Kadirojo || YP-Wahjudi Djaja

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa SE yang hadir dalam acara itu, juga mengapresiasi kepedulian dan kesadaran warga Kadirojo. "Ini sangat mendukung program pemerintah Kabupaten Sleman dalam pengadaan air bersih dan sanitasi. Semoga ke depannya bisa lestari dan berdampak lebih luas bagi warga,” katanya sambil menyerahkan bantuan motor Viar untuk kelompok Ngudi Resik.

BACA JUGA: Menyoal Transparansi Service Charge Hotel dan Restoran bagi Konsumen

Terkait dengan hal itu, Lurah Margorejo Abdul Azis Muh Ridwan SH kepada yogyapos.com, menyampaikan keinginannya untuk menghidupkan kesadaran warga untuk merawat mata air dan mengembangkan wisata.

BACA JUGA: Otopsi Sosial 2025 Menuju Indonesia Versi Baru

"Andalan kami ada pada Bumkal dan Pokdarwis. Kami membangun perkebunan klengkeng seluas 2,5 ha di dekat Kadirojo. Apalagi didukung keberadaan Kali Nyoo yang usianya sangat tua. Ini akan kami kembangkan sebagai wisata terpadu", jelasnya.

Wahjudi Djaja dari Pokja Ketahanan Ekonomi Badan Kesbangpol DIY mendukung upaya Lurah Margorejo dan warga Kadirojo. "Lingkungan Kadirojo sudah tertata, kaya potensi seni budaya termasuk Joglo Kadirajan yang berusia seratusan tahun. Kami mendukung Pak Lurah untuk menjadikan Margorejo sebagai Rintisan Kalurahan Budaya,” pungkasnya.

BACA JUGA: Makam KRT Sumodiningrat Resmi Cagar Budaya, Akhiri Polemik Sejarah

Acara yang dipandu Kusmadi dimeriahkan dengan pentas organ tunggal. Hadir para tokoh masyarakat, Ketua Kelompok Ngudi Resik Rini Isdarwati, Kepala Dukuh Kadirojo, Ketua RW, Ketua RT dan warga Kadirojo. (Iud)

 

 

 

 

 


share on: