Kreativitas Topari Mengajar di Tengah Pandemi

share on:
Topari concern mengajar para siswa di masa pandemik || YP-Ist

Yogyapos.com (GUNUNGKIDUL) - Pada masa sulit seperti sekarang ini, seluruh aspek pendidikan perlu berkolaborasi agar tujuan pendidikan tetap tercapai. Terlebih ketika proses belajar-mengajar harus dilakukan dalam bentuk pembelajaran jarak jauh, maka teknologi menjadi hal yang paling diandalkan untuk melancarkan proses pembelajaran.

Topari, guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di SMAN 1 Playen Gunungkidul, mengaku kesulitan dalam pembelajaran jarak jauh karena tidak meratanya sarana dan prasarana. Pria asal Brebes ini menginisiasi membuat portal pembelajaran jarak jauh yang diberi nama Kama Wahabita. Kama Wahabita adalah akronim dari kelas maya wahabita. Wahabita sendiri merupakan nama lain dari SMAN 1 Playen.

“Kami menyadari bahwa pembelajaran jarak jauh dengan sistem daring perlu dibarengi dengan monitoring dan evaluasi, kemudian kami mengembangkan sistem monitoring dan evaluasi pembelajaran jarak jauh yang kami namai dengan simoned. Semua sistem tersebut, kami buat dengan mengkombinasikan aplikasi-aplikasi yang ada di G Suite for Education. Seperti Google Classroom, Google Slides, Google Sheets, Google Docs dan lain sebagainya,” ujar Topari kepada yogyapos.com, Senin (10/8/2020).

Kondisi geografis berupa pegunungan dimana banyak siswanya tinggal, menyebabkan terhambatnya akses portal pembelajaran jarak jauh karena terkendala koneksi internet. Beberapa siswa juga tidak memiliki alat untuk mengakses portal pembelajaran jarak jauh yang sudah disiapkan oleh sekolah.

Solusi yang akhirnya dijalankan dalam mengatasi kendala sarana pembelajaran adalah berbagi alat (sharing devices), berbagi koneksi internet (sharing bandwidth) hingga kunjungan wali kelas/guru ke siswa yang mengalami kesulitan dalam mengakses materi dari portal pembelajaran jarak jauh.

Topari melanjutkan, pihaknya mengembangkan 3 skenario pembelajaran jarak jauh. Ketiga skenario tersebut dibedakan berdasarkan dominasi teks materi dan komunikasi antara guru dan siswa.

“Dengan memperhatikan berbagai kondisi yang beragam pada siswa. Kami mencari titik dimana akses ke teknologi pembelajaran jarak jauh dari semua siswa kami bisa terwadahi,”tandas Topari. (Fadholy)

 

 

 

 


share on: