Kunjungan Forpi di SDN 2 Bangunrejo: Sebagian Siswa Ikuti Proses Belajar di Pos Ronda

share on:
Suasana proses belajar siswa di sebuah Pos Ronda milik kampung setempat || YP/Ist

Yogyapos.com (YOGYA) - Forum Pemantau Independen (Forpi) bersama Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta melakukan pemantauan di SDN Bangunrejo 2 Kota Yogyakarta, Kamis (6/02/2020). Pemantauan ini terkait dengan proses belajar-mengajar bagi para siswa dan guru yang harus pindah sementara di gedung SDN Bangunrejo 1 Kota Yogyakarta karena bangunan SDN Bangunrejo 2 saat ini masih dalam proses pembangunan.

Dari hasil pemantauan di lokasi nampak para siswa kelas 1 sedang mengikuti proses belajar-mengajar di ruang perpustakaan yang diperentukan juga bagi ruang guru sekolah setempat. Para siswa kelas 1 diminta masuk pagi hari hingga pukul 11 siang. Sementara para siswa kelas 2 hingga 6 masuk pukul 12 siang hingga pukul 5 sore karena harus bergantian dengan para siswa yang ada di SDN Bangunrejo 1 Kota Yogyakarta dengan.

Selain itu juga nampak para siswa kelas 6 sedang mengikuti pelajaran tambahan pos ronda di sekitar sekolah. 

Kepala SDN Bangunrejo 2 Kota Yogyakarta, Subagya mengatakan jumlah siswa yang ada di SDN Bangunrejo 2 Kota Yogyakarta sebanyak 81 siswa dan sebanyak 69 siswa menyandang Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang terdiri dari slow leaner, tuna rungu, dan tuna daksa. Sementara jumlah Guru Pendamping Khusus (GPK) sebanyak 4 orang.

Masih menurut Subagya sebenarnya para siswa diminta untuk pindah ke SDN Bangunrejo 2 Kota Yogyakarta sejak Februari 2019 lalu dan pada Desember 2019 sebenarnya bangunan SDN Bangunrejo 2 Kota Yogyakarta sudah dapat digunakan. “Namun, karena gagal lelang dan harus lelang ulang, maka para siswa beserta guru harus menumpang sementara di SDN Bangunrejo 1 Kota Yogyakarta yang terletak di depan sekolah, hingga proyek sudah selesai yakni enam bulan kedepan terhitung sejak 27 Januari 2020,” katanya. 

Pengerjaan bangunan SDN Bangunrejo 2 Kota Yogyakarta dilakukan oleh CV Semangat Merahi Cita dari Klaten Jawa Tengah sebagai pemenang lelang.

Forpi Kota Yogyakarta dalam waktu yang tidak terlalu lama akan memberikan rekomendasi kepada Pemerintah Kota Yogyakarta menyangkut pertama, agar para siswa kelas 6 tidak lagi belajar di pos ronda, maka perlu diatur jadwal masuk sekolah. Misalnya, anak kelas 6 masuknya jam 12 siang dan untuk latihan soal atau penambahan pelajaran dapat dilakukan diruang kelas meskipun maksud dan tujuan para guru baik yakni persiapan untuk menghadapi ujian. Kedua, kalau pun ada opsinya misalnya adalah para siswa Bangunrejo 2 ditempatkan tidak di SDN Bangunrejo 1 Kota Yogyakarta tetapi disekolah lain tetapi kondisinya bisa sama yakni para siswa pulangnya siang hari bahkan ada sore hari. Itupun perlu ada kesepakatan bersama antara orangtua siswa dengan guru jika memang ada opsi seperti itu sambil menunggu selama enam bulan kedepan. Ketiga, perlu ada penambahan Guru Pendamping Khusus (GPK) di SDN Bangunrejo 2 Kota Yogyakarta. Karena dengan hanya memiliki 4 GPK sementara jumlah ABK ada 69 siswa, maka hal ini tidak rasional. Artinya, setiap GPK harus mengampu 17 siswa siswa ABK.

Keempat, agar tidak menghambat proses belajar-mengajar di SDN Bangunrejo 2 Kota Yogyakarta, maka perlu ada penambahan fasilitas yang menunjang bagi para siswa yang di SDN Bangunrejo 2 Kota Yogyakarta.

“Selanjutnya, perlu ada pengawasan dari OPD terkait bersama inspektorat Kota Yogyakarta terhadap proses pembangunan di SDN Bangunrejo 2 Kota Yogyakarta agar pembangunan tepat waktu yakni selama enam bulan, dengan jumlah pekerja sebanyak 40 orang dapat diselesaikan tepat waktu dan fasilitas pengerjaan perlu ditambah dengan berkoordinasi  pengurus kampung atau RT/RW setempat saat alat pengerjaan masuk ke lokasi proyek,” ujar anggota Forpi Yogya, Baharudin Kamba. (*/Met)

 


share on: