Yogyapos.com (SLEMAN) - Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa para pahlawannya. Menghargai jasa pahlawan tidak hanya mengenang dalam hati dan berterimakasih, melainkan juga dengan meneladani sikapnya.
Hal ini ditegaskan Kepala Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala, Kolonel Sus Yuto Nugroho saat menerima kunjungan Taruna Tingkat I Akademi Angkatan Udara, Selasa (8/2).
Kunjungan dalam rangkaian kegiatan Tradisi Penerimaan Taruna Tingkat I W-2021 ini diterima Kepala Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala, Kolonel Sus Yuto Nugroho di halaman parkir selatan Muspusdirla.
Ditambahkannya, kunjungan Taruna Akademi Angkatan Udara ke Muspusdirla merupakan langkah yang tepat, mengingat di Muspusdirla tersimpan ribuan koleksi yang menjadi saksi perjuangan dan bukti sikap rela berkorban para pahlawan dan pendahulu TNI AU dalam mempertahankan kemerdekaan maupun dalam menjaga kedaulatan udara NKRI.
Kolonel Sus Yuto Nugroho mengharapkan melalui kunjungan di Muspusdirla, para taruna dapat meneladani semangat perjuangan para pahlawan dan pendahulu TNI AU sebagai bekal dalam belajar dan berlatih selama kuliah di Akademi Angkatan Udara.
“Taruna sebagai pewaris dan generasi penerus Angkatan Udara harus giat belajar dan berlatih agar kedepannya dapat ikut mengisi kemerdekaan dan membangun Indonesia, melalui TNI Angkatan Udara yang kuat, maju dan disegani,” tegas Kolonel Sus Yuto Nugroho.
Sementara itu Komandan Skadron Taruna Tingkat I Letkol Pasukan Y. Made Suarsono menjelaskan kunjungan Taruna Tingkat I ke Museum Dirgantara Mandala diikuti 140 Taruna Tingkat I, yang terdiri dari 130 taruna dan 10 taruni.
Selain ke Museum Dirgantara Mandala, lanjut Letkol Pasukan Made, Taruna Tingkat I juga mengunjungi Monumen Stasiun Radio PHB AURI di Playen Gunung Kidul dan ziaran ke Makam Abdulrachman Saleh dan Adisutjipto di Monumen Perjuangan TNI AU, Ngoto Bantul.
“Kunjungan merupakan sarana untuk meneladani nilai-nilai dan semangat kepahlawanan,” pungkas Letkol Pasukan Made. (*/Spd)
