Yogyapos.com (SLEMAN) - Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman kiranya perlu melakukan pembinaan serta membantu untuk mempromosikan Agrowisata. Pasalnya Agrowisata berada di Dusun Candi Bangunkerto Turi Sleman ini sudah dikenal dengan salak pondohnya namun pengunjung wisatawan turun dratis.
Padahal di kebun ini koleksi salak tersebut punya puluhan jenis salah dari berbagai daerah Indonesia, hanya dikenakan biaya masuk setiap orang Rp 15.000, mereka sudah bisa mengelilingi kebun salak dengan luas 1 hektar. Bahkan pengunjung di kebun ini bisa memetik salak sendiri dan makan sepuasnya. Sedangkan bila ingin membawa pulang untuk oleh-oleh pengunjung bisa beli dengan harga murah.
Subiyanto pengelola Agrowisata ketika ditemui yogyapos.com dilokasi, Selasa (1/1/2018) mengungkapkan sepinya pengunjung disebabkan salah satunya semakin banyaknya adanya Desa Wisata maupun distinasi wisata. "Di lingkungan Turi ini sekarang sudah ada beberapa tempat desa wisata dan belum ditambah distinasi wisata baru," ungkapnya.

Subiyanto berharap ada investor baru | Foto : Agung
Dan untuk guna menarik pengunjung serta mempertahankan kelangsungan hidup tempat wisata ini setiap hari Minggu dan Kamis diadakan event lomba burung, selain menyediakan tempat pemancing dan renang. Sedangkan bagi pengunjung masuk di kenakan taman Agrowisata harga tiket. Rp 3000, untuk renang Rp 2.000, mancing Rp 5.000, dan untuk masuk kebun domestik dikenakan Rp 15000 ribu sedang untuk asing Rp 20.000 ribu.
“Sekarang yang kita tawarkan pada pengunjung kebun salaknya, dengan petik salak sendiri di kebun koleksi salak nusantara," katanya.
Lebih lanjut Subiyanto mengatakan, sebenarnya kemarin sudah ada investor yang ingin menghidupkan Agrowisata bekerja sama dengan Pemdes namun tidak jadi. Selain itu dulu dari Dispar memberi bantuan dana, namun karena pengelolahanya diserahkan ke Pemdes kemudian dana itu dicabut. (Agung DP)
