Yogyapos.com (SLEMAN) - Teknik budidaya tanaman secara hidroponik kini makin populer, dengan cara ini mempermudah petani sayur untuk bercocok tanam walau di lahan sempit.
BACA JUGA: Polres Bantul Intensifkan Pengawasan di Obyek Wisata
Sejumlah perempuan tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) ‘Mekar Bersemi’ di Dusun Karanggawang, Kalurahan Mororejo, Kapanewon Tempel, Sleman telah mempraktikkan budidaya tanaman sayuran Pakcoy atau suku sawi-sawian.
BACA JUGA: Prof Muhammad Naim: Jadikan Imsak Sebagai Kepribadian Muslimin
“Alhamdulillah kami memiliki KWT, sudah kita coba budidaya tanaman sayuran Pakcoy dengan cara hidroponik dan sudah merasakan penen,” ujar Dukuh Karanggawang, Supriyanto kepada yogyapos.com, Selasa (1/4/2025).
Hasil budidaya tanaman sayuran Pakcoy dengan sistem hidroponik || YP-Eko Purwono
Supriyanto mengungkapkan pada tahun 2024, KWT ini mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Sleman berupa bangunan greenhouse dengan plastik UV dan insectnet, berukuran 4 x 6 Meter beserta instalasinya dan mampu menampung sekitar 300 tanaman.
BACA JUGA: Mayat di Sungai Code Dusun Pendes Tak Beridentitas, Begini Kondisinya
“Dengan budidaya tanaman hidroponik di greenhouse diharapkan akan lebih ramah lingkungan sehingga menghasilkan makanan yang lebih berkualitas, kami hindari penggunaan pestisida,” jelasnya.
BACA JUGA: Kamtibmas Wilayah Bantul Kondusif Selama Malam Takbiran Idul Fitri
Ketua KWT Mekar Bersemi, Muslimatun, menambahkan anggota kelompok terdiri dari ibu-ibu warga Dusun Karanggawang, berjumlah sekitar 30 orang. Dan telah mengikuti sejumlah pelatihan.
BACA JUGA:Mayat di Sungai Code Dusun Pendes Tak Beridentitas, Begini Kondisinya
“Sebelum dikenalkan bertanam hidroponik ini kita telah dibekali ilmu dan wawasan dari pihak terkait, termasuk melakukan studi banding di sejumlah tempat, ini menjadi salah satu upaya upaya menuju ketahanan pangan,” tutur Muslimatun. (Opo)
