Yogyapos.com (YOGYA) - Miyos Gongso adalahpenanda dibukanya rangkaian kegiatan Sekaten 2019 di area Keben Keraton Yogyakarta, Minggu (3/11/2019) malam. Ratusan masyarakat pun tumplkek blek menunggu prosesi nyebar udhik-udhik, yakni sedekah Raja berupa bunga, biji-bijian serta uang koin.
Berangkat dari Pagongan Lor dan kidul Masjid Gedhe Kauman, kedua gamelan Kyai Guntur Madu dan Kyai Nagawilaga ditabuh secara bergantian. Lantaran usia yang lebih tua, Kyai Guntur Madu (dibuat pada masa Sultan Agung) diletakkan sebelah kanan. Saat berada di halaman Masjid Gedhe Kauman, Kyai Guntur Madu akan ditempatkan di Pagongan Kidul. Atau tepat berada di sisi kanan Sri Sultan HB X, saat pembacaan riwayat Nabi Muhammad SAW di serambi Masjid Gedhe Kauman.
Sekitar pukul 20.00, lonceng Kraton Yogyakarta berbunyi. Tiga utusan dari Kraton yang merupakan putri Sri Sultan HB X, GKR Mangkubumi, GKR Hayu dan GKR Bendara, keluar dari bangsal Sri Manganti melalui regol Danapratapa. Turut mendampingi KPH Purbodiningrat dan KPH Notonegoro, serta sjeumlah abdi dalem.
Ketiga putri Sultan lantas mengelilingi Bangsal Ponconiti di kompleks Keben Kraton untuk nyebar udhik-udhik. Seketika masyarakat yang telah menunggu prosesi ini, langsung berebut merayah udhik-udhik yang disebar ketiga putri Sultan tersebut.
Selanjutnya sekitar pukul 23.00, kedua gamelan Sekatan tersebut diboyong keluar usai prosesi Miyos Gongso. Melewati Siti Hinggil, Pagelaran Kraton, Alun-alun Utara kemudian ditempatkan di Masjid gedhe Kauman.
Menurut abdi dalem Widya Budaya, KRT Rinta Iswara, kedua gamelan tersebut akan dibunyikan selama seminggu secara bergantian. “Sejumlah gendhing Sekaten juga akan dibawakan. Seperti, Rankung, Salatun, Bayemtur, Dendang Subiyah dan yang lain. Sementara untuk prosesi Kondur Gongso akan dilaksanakan pada Sabtu 9 November malam. Sri Sultan HB X akan membacakan riwayat nabi Muhammad SAW di serambi Masjid Gedhe Kauman, kemudian dilanjut neybar udhik-udhik,” jelas KRT Rinta Iswara. (Dol)
