Lanjar Wijiyono Desak Pemkab Sediakan Internet Publik di Setiap Dusun

share on:
Petrus Lanjar Wijiyono || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Anggota DPRD Bantul yang juga Wakil Ketua Fraksi Gerindra, Petrus Lanjar Wijiyono SE mendesak kepada Pemkab Bantul untuk menyediakan jaringan public internet (internet untuk masyarakat) di setiap dusun atau padukuhan. Sehingga dapat digunakan masyarakat secara gratis.

"Penyediaan internet bagi masyarakat ini sangat diperlukan. Terutama oleh para pelajar, mahasiswa bahkan masyarakat luas,” kata Petrus Lanjar Wijiyono di rumah kediamannya Tegal Dowo, Bantul Kabupaten Bantul, Senin (27/7/2020).

Meurut dia, di saat pendemi Covid-19 yang hingga kini masih terjadi, banyak siswa, orang tua siswa dan masyarakat yang membutuhkannya. Hal Ini terutama yang terkait dengan ketersediaan dan kelancaran Proses Belajar Mengajar (PBM) secara daring (online).

Para pelajar atau orangtuanya bisa mengikuti PBM  melalui internet yang ada di padukuhan. Sehingga fasilitas ini bisa membantu publik. Bahkan masyarakat luas juga bisa memanfaatkan fasilias ini meskipun bukan sebagai prioritas sasaran layanan.

Meski ini diperuntukan kepada para pelajar dan orang tua siswa, namun dimungkinkan dalam waktu mendatang juga bisa untuk masyarakat luas.

"Oleh karenanya, Pemkab Bantul diharapkan dapat segera menganggarkannya guna menyediaan fasilitas tersebut", kata Lanjar yang juga anggota Komisi D dan membidangi pendidikan dan kesehatan.

Lanjar yang juga Ketua Badan Kebormatan DPRD Bantul, menambahkan dengan adanya fasilitas internet, dinilai sangat efektif dan memudahkan masyarakat dalam berkomunikasi mempergunakan IT. Bahkan di masa mendatang para pengusaha pun bisa ikut menikmatinya.

"Saya sendiri yang juga sebagai pebisnis, selama ini dalam mengontrol kinerja para karyawan dan kemajuan perusahaan, juga mempergunakan IT (online). Ini hasilnya bisa maksimal dan praktis,” akunya.

Selain itu, perlu juga diselenggrakan pelatihan IT bagi para pelajar, guru, wali siswa bahkan masyarakat luas. Sehingga mereka terbantu, tidak gagap teknomoli informatika. (Supardi)

 

 

 

 


share on: