Lanjar Wijiyono SE, Konsisten Perjuangkan Kepentingan Rakyat

share on:
Lanjar Wijiyono SE || YP-Supardi

ANGGOTA DPRD Kabupaten Bantul dari Fraksi Gerindra, Petrus Lanjar Wijiyono SE menegaskan menjadi anggota legislatif bukan bertujan untuk mencari kekayaan materi atau finasial, tetapi merupakan keterpanggilan menyalurkan aspirasi rakyat.

"Kalau mau mencari uang jangan jadi anggota dewan, namun jadilah pengusaha (berwiraswasta). Inilah yang saya tanamkan dalam diri sejak awal," kata Petrus kepada yogyapos.com, di ruang kerjanya, Kamis (18/6/2020).

Menjadi anggota dewan sejak 7 tahun lalu, tapi Lanjar menyatakan tak penghasilan atau gajinya ibarat dikembalikan lagi untuk kepentingan perjuangannya sebagai politikus yakni mengakomodasi aspirasi dan kebutuhan rakyat. Kenapa demikian, karena ia sejak dulu sudah memiliki basis material sebagai wiraswasta.

"Jadi begini mas, saya sejak lulus SMTA pergi ke Jakarta mencari pekerjaan. Pernah menjadi burih cuci piring di restauran, karyawan hotel dan akhirnya menjadi manajaer hotel dan berwiraswasta mendirikan sejumlah tempat usaha,” ujar politisi asal Geblak Bantul Kecamatan dan Kabupaten Bantul.

Sejak menjadi anggota legislatif hingga sekarang, ia tak perlu lagi turun langsung mengurus bisnisnya. Karena sistem manajemen sudah dilakukan dengan memanfaatkan teknologi digital.

"Kini zaman modern, maka dalam memanej perusaah cukup dengan berkomunikasi melalui (HP). Ternyata para karyawan perusahaan yang jumlahnya ada sekitar 190 orang, kesemuanya bisa dimanej secara baik agar bisa bekerja dengan baik pula,” kata lanjar.

Bagi lanjar bahwa meski untuk menjadi dewan bukan merupakan hal yang mudah, namun janganlah untuk mencari uang semata. Melainkan harus benar-benar demi memperjuangkan rakyat.

"Ketika seseorang menjadi anggota legislatif berorientasi uang atau kekayaan, maka pada titik itulah sebenarnya ia telah melakukan kesalahan besar, disorientasi. Sebab legislatif bukan tempat untuk mencari dan menumpuk kekayaan. Jika dipaksakan menjadikannya sebagai tempat mencari uang, maka bisa dipastikan akan terjadi salah langkah dan tindakan yang justru merugikan rakyat,” tegas peilik usaha laundry di sejumlah tempat di DIY maupun Jakarta yang tengah menempuh pendidikan S2.

Sementara terakit pandemi Covid-19, Lanjar mengatakan tengah berusaha melakukan upaya-upaya agar semua perusahaannya tetap eksis tanpa merumahkan karyawannya.

“Alhamdulillah, meski terdampak Covid-19, tapi semua perusahaan tetap eksis berkat manajemen profesional berbasis kemanusiaan juga,” tukas Lanjar yang semasa pandemi Covid-19 ini berulang melakukan bakti sosial kepada warga terdampak Corona. (Supardi)


share on: