Yogyapos.com (YOGYA) - Banyak yang menyebut, setiap sudut di Yogyakarta adalah sebuah kerinduan yang bikin candu. Selain Bali, Yogya masih menjadi destinasi liburan favorit bagi wisatawan. Baik rombongan atau pun keluarga. Periode menginapnya pun hampir berimbang. Antara long stay dengan short stay.
Momentum liburan kali ini pun bertepatan dengan libur sekolah, natal dan tahun baru. Otomatis situasi ini sangat menggairahkan bagi pelaku bisnis wisata di seputaran Yogya.
Ketua Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo kepada Yogyapos.com, Senin (23/12) menjelaskan, update saat ini data okupansi hotel ataupun penginapan di wilayah Yogya untuk periode 24 Desember hingga 2 Januari, diatas 75 persen.
“Prosentase kunjungan antara wisatawan rombongan dengan keluarga juga hampir berimbang. 60 persen banding 40 persen. Sedangkan penyebaran lokasi hotel untuk menginap sudah semakin merata. Walaupun mayoritas masih berada di seputaran Malioboro dan Prawirotaman. Saya melihat tren sekarang ada semacam switch visiting. Yakni pertukaran wisatawan yang berasal dari sekitaran Yogya cenderung berlibur ke Bali ataupun Malang (Jatim). Sebaliknya, wisatawan yang berdomisili di Jawa Timur ataupun Bali, memilih menghabiskan liburan ke Yogyakarta,” ujar Deddy yang juga pemilik Hotel Ruba Graha.
Dihubungi terpisah, Public Relation Manager Grand Inna Malioboro, Retno Kusuma mengatakan, tingkat okupansi liburan Natal dan Tahun Baru di Grand Inna Malioboro sudah mencapai diatas 80 persen. “Kenaikannya dibanding tahun lalu (2018) sangat signifikan, yakni 7,5 persen. Kami juga luncurkan promo kamar untuk menyambut Natal, dari tanggal 25-27 Desember. Mulai dari Rp 1,6 juta include breakfast, christmast dinner, dan diskon 10 persen di restoran. Sedangkan untuk program Tahun Baru kami ada ‘Gumregah Khatulistiwa Gala Dinner’. Dengan harga Rp 375 ribu per pax, bisa menikmati 14 menu otentik nusantara, dan beragam hiburan serta banjir doorprize,” ujar Retno Kusuma.
Hal senada diungkapkan General Manager Ayaartta Hotel, Nino Trisni. Menurutnya, dari 71 kamar yang tersedia sudah dibooking konsumen mulai dari 22-31 Desember. Tingkatan okupansinya mencapai 95 persen. “Perbandingan tingkat hunian kamar dengan tahun lalu di bulan Desember hampir sama. Namun jika diakumulasi antara tahun 2018 dengan 2019, okupansina masih bagus di tahun 2018. Untuk promo Natal kami menawarkan Brunch Package. Dan pada Tahun Baru kami menyuguhkan New Years Eve Gala Dinner, yang merupakan fasilitas untuk tamu yang menginap di Ayaartta,” kata Nino Trisni.
Sedangkan Public Relation Ibis Style, Tiffany Hana mengungkapkan jika okupansi libur Natal dan Tahun Baru diatas 80 persen. “Dari total 114 kamar yang kami miliki, sudah full semua. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2018), tahun ini mengalami kenaikan 2 persen untuk periode bulan Desember. Untuk memeriahkan Tahun Baru kami mengadakan party dinner di Skybar, dengan menu khas Yogya dan Kraton. Jadi tamu yang menginap tidak perlu keluar hotel, bisa joint di Skybar. Ada hiburan Female DJ, Band Top 40, serta bartender show,” ungkap Tiffany. (Dol)
