Yogyapos.com (BANTUL) - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bantul bertekad meningkatkan kualitas keterampilan para siswa-siswinya maupun lulusannya melalui pemanfaatan Gedung Whorkshop Keterampilan yang telah diresmikan oleh Sekjen Kemenag RI Prof H Nizar MA, baru-baru ini.
Tekad tersebut disampaikan kepala Sekolah MAN 2 Bantul, Drs H Ulul Ajib MPd kepada yogyapos.com, di ruang kerjanya, Rabu (3/2/2021). Hingga sekarang sekolah ini memiliki sebanyak 560 siswa/i.
“Kami semula mengajukan proposal untuk pembangunan sarana prasarana pendidikan berupa gedung whokshop itu. Alhamdulilah disetujui, dan pembangunannya telah selesai bahkan telah diresmikan oleh Bapak Sekjen Kemantrian Agama, Prof H Nizar MA pada 22 Januari yang lalu,” ujar Drs H Ulul Ajib MPd didampingi Guru yang juga selaku Bidang Pemberitaan, Edy Purwanto SPdi.
Ulul mengungkapkan alasan tentang diajukannya proposal itu, sebab MAN 2 Bantul merupakan salah satu dari MAN Keterampilan yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). MAN Keterampilan artinnya sekolah berbasiskan Ajaran Islam yang juga memberikan bekal sejumlah keterampilan kepada para peserta didiknya sesuai dengan pilihan jurusannya. Ini melalui berbagai kursus (pembekalan) legal dari instansi resmi yang ditunjuk.
Para lulusannya selain memperoleh ijazah MAN juga mendapatkan sertifikat keterampilan sesuai dengan jurusan yang dipilihnya. Jurusan di MAN ini yaitu meliputi IPA, IPS, Multimedia, Tata Busana, Otomotif dan TPHP. Jumlah siswanya ada sebanyak 560 atau dibagi menjadi kelas 6 kelas/tingkatan.
“Alasan dijadikannya MAN Keterampilan adalah karena secara kebetulan para siswa-siswinya berasal dari wilayah pinggiran atau pesisiran. Mereka banyak yang terpaksa tidak langsung melanjutkan ke jenjang pendikan berikutnya (ke bangku kuliah) karens alasan keadaan ekonomi yang kurang menguntungkan,” katanya.
Ia juga menjelaskan lebih lanjut, dengan diberikan keterampilan, para siswanya mempunyai modal skil untuk bekerja sebelum kuliah atau mampu berkuliah sambil bekerja. Nyatanya banyak diantara para lulusanya yang terserap di dunia kerja (perusahaan) sesuai dengan jurusan keterampilannya.
Menjawab pertenyaan tentang apa bedanya MAN Keterampilan dengan SMK, Ulul Ajib, menjelaskan bahwa perbedaan tersebut terletak pada jam pelajaran. Di SMK ful dengan keterampilan. Sedangkan di MAN Keterampilan memperoleh pelajaran berbasiskan ke-Islaman sekaligus mendapatkan keterampilan.
Sementara terkait dengan pandemi Covid-19, Ulul menyatakan seluruh guru, wali siswa dan para siswa-siswi juga mengharapkan agar bencana ini segera berakhir. Kegiatan belajar mengajar di sekolah dengan tatap muka juga bisa normal kembali, sehingga MAN 2 Bantul bisa semakin berkualitas. (Supardi)
