Mencermati MSDM Pekerja Bangunan di Indonesia

share on:
Wisnu Aria Purba ST || YP-Ist

DI INDONESIA, para pekerja bangunan atau yang sering disebut tukang, kuli bangunan, buruh bangunan adalah salah satu kelompok pekerja dengan jumlah yang cukup besar. 
Pekerja bangunan hampir dapat kita jumpai dengan mudah karena disetiap pembanguan, baik rumah, gedung, jembatan, jalan dan konstruksi lainnya pasti membutuhkan pekerja bangunan. Pekerja bangunan merupakan salah satu pekerjaan terakhir yang dipilih oleh seseorang karena tidak memerlukan legalitas akademis yang harus dipenuhi.

Mereka hanya membutuhkan kekuatan fisik dan mental untuk mengerjakan pekerjaan konstruksi. Terkadang hanya berbekal pengalaman yang sudah-sudah dan kekuatan fisik, seorang pekerja bangunan mampu mengerjakan pekerjaan konstruksi secara baik, namun banyak juga karena pekerja bangunan tidak memiliki skill dan keterampilan  yang memadahi, pekerjaan konstruksi mengalami kegagalan.

BACA JUGA: Ketua Lazizku Pusat, A Hakam Naja: Umat Harus Kuat Secara Logistik

Keadaan tersebut menjadi sebuah problematika yang dilematis bagi dunia konstruksi. Disatu sisi keterbatasan tenaga kerja yang memiliki skill dan keterampilan yang memadahi, disisi lain dunia konstruksi ini tetap berjalan. 

Dinamisnya pekerjaan konstruksi membuat keberadaan pekerja bangunan yang tidak memiliki skill dan keterampilan menjadi sebuah keadaan yang tidak dapat dipungkiri.
Sebuah solusi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan pekerja bangunan yang tidak bersertifikat keahlian dapat dilakukan dengan penerapan Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) pada pekerja bangunan.

MSDM yang bersifat umum dapat diterapkan terutama dalam hal; penempatan tenaga kerja konstruksi, pelatihan dan pengembangan tenaga kerja konstruksi, penilaian kinerja menggunakan penilaian kualitatif dan kuantitatif, serta kompensasi dan insentif sesuai tugas, beban kerja pekerja bangunan. 

BACA JUGA: Dr Aris Widodo Mengulik Esensi Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan di Sibolga

Dengan penerapan MSDM ini, maka penempatan tenaga Pekerja Bangunan bisa tepat sasaran dan sesuai dengan standar yang di harapkan. Perlunya Pelatihan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) diberikan agar kemampuan Pekerja Bangunan yang tidak memiliki sertifikat keahlian mampu menyelesaikan pekerjaannya sesuai dengan kebutuhan dunia konstruksi.

Selain itu pekerja bangunan membutuhkan berbagai keterampilan dasar untuk membantu mereka melakukan perannya dengan sukses sesuai standar yang diharapkan guna mendukung penerapan MSDM. 

BACA JUGA: Termohon Tak Hadir, Sidang Praperadilan Penetapan Tersangka Dugaan Money Politic Ditunda

Dihimpun dari nguliday.com, beberapa keterampilan tersebut antara lain:

Kekuatan Fisik
Pekerja bangunan sering melakukan beberapa tugas di lokasi konstruksi yang membutuhkan tenaga dan kekuatan fisik. Tugas-tugas ini mungkin melibatkan pengoperasian alat dan mesin, membengkokkan, menggali, dan memanjat.

Ketangkasan
Pekerja bangunan membutuhkan koordinasi tangan-mata yang baik untuk bergerak cepat dan menyusun benda. Mereka sering mendapat manfaat dari koordinasi multi-anggota tubuh, yaitu kemampuan untuk menggunakan kedua tangan dan kaki saat melakukan tugas.

BACA JUGA: Era Digital, Semua Anak Bangsa Punya Kesempatan Menjadi Citizen Journalist

Keterampilan Berhitung
Keterampilan matematika seringkali diperlukan untuk menentukan berbagai aspek proyek. Misalnya, seorang pekerja dapat menentukan area zona pembangunan untuk memasang tanda bahaya di sekitarnya agar orang dan kendaraan tidak masuk.

BACA JUGA: Progres Proyek Tol Yogya-Solo Paket 2.2 Tahap 1 Tembus 46 Persen

Pengetahuan Bangunan
Pekerjaan utama pekerja pembangunan sering mempersiapkan dan membantu membangun berbagai struktur termasuk jembatan, jalan raya, dan kapal. Mereka membutuhkan pengetahuan yang kuat tentang teknik dan bahan bangunan serta pengalaman menggunakan mesin dan peralatan yang terlibat dalam proyek pembangunan.

Pengetahuan Teknik
Sebagian besar pekerjaan pekerja bergantung pada teknik yang terkait dengan proyek pembangunan. Contoh keterampilan teknik yang bermanfaat bagi para pekerja bangunan ini termasuk pekerjaan besi, pipa ledeng, pasangan bata, survei, dan pembongkaran.

BACA JUGA: Empat Bregada Memeriahkan Puncak Peringatan Hari Jadi ke-78 Kalurahan Condongcatur

Komunikasi
Pekerja banhunan membutuhkan keterampilan komunikasi lisan dan tertulis yang kuat untuk berkomunikasi secara efektif dengan pimpinan proyek dan pekerja lainnya. Mereka mungkin ingin mengajukan pertanyaan, menentukan arah dan membuat keputusan berdasarkan pekerjaan yang dilakukan.
Teknologi
Banyak pekerja bangunan bekerja dengan teknologi pembangunan untuk menyelesaikan tugasnya. Beberapa dari teknologi ini mungkin termasuk drone, aplikasi seluler, augmented reality, dan perangkat lunak manajemen pembangunan.

BACA JUGA: Kejari Sleman Segera Menetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata

Memecahkan Masalah
Tantangan sering muncul di lokasi pembangunan. Pekerja Bangunan mungkin ingin menyelesaikannya dengan menggunakan keterampilan pemecahan masalah seperti pengambilan keputusan, keterampilan analitis, mendengarkan secara aktif, dan membangun tim.

Kerja Tim
Pekerja Banguanan sering bekerja sebagai bagian dari tim dengan pekerja pembangunan lainnya. Keterampilan kerja tim yang baik membantu memastikan mereka berhasil berkolaborasi dengan rekan kerja dan menghindari ketidakpastian dan ketidaksepakatan.

BACA JUGA: Pembegal Dua Wanita itu Residivis, Nih Tampangnya Setelah Diringkus

Kepemimpinan
Beberapa pekerja konstruksi mengawasi sekelompok pekerja pembangunan. Misalnya, mereka dapat mengelola lokasi kerja, mengarahkan tim, dan melakukan kontrol kualitas pada proyek yang telah selesai.

Dari beberapa uraian ketrampilan tersebut pekerja bangunan di harapkan memiliki keterampilan sesuai yang di butuhkan dalam dunia konstruksi sehingga Dengan penerapan MSDM yang baik di dukung dengan ketrampilan dasar yang baik pula, pekerja bangunan mampu bertanggung jawab secara profesional terhadap hasil pekerjaannya. (Penulis: Wisnu Aria Purba ST adalah Mahasiswa Magister Managemen Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (MM UST) Yogyakarta)


 


share on: