Yogyapos.com (SLEMAN) - Sampah menjadi permasalahan yang tak kunjung diselesaikan dengan sempurna. Selain terbatasnya tempat pembuangan sampah, akumulasi sampah harian rumah tangga juga semakin besar. Kondisi itulah yang mendorong para pegiat wisata dan tokoh masyarakat Kampung Wisata Nglarang Sidoarum Godean untuk bergerak.
“Kami mencoba membangun sinergi antara Pengelola Wisata Kampung Nglarang Sidoarum dan warga untuk mengelola sampah organik dan anorganik yang diproduksi warga. Harapan kami, selain agar bernilai ekonomis juga bisa mengurangi kemungkinan masuknya sampah ke Kali Bedog,” tandas Kepala Dukuh Cokrobedog Nursetyo Danusaputra kepada yogyapos.com Rabu malam (13/9/2022)
Lebih jauh disampaikan Nursetyo, upaya itu juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kurang mampu dan menciptakan keindahan sekitar lokasi wisata Kampung Nglarang serta keseluruhan lingkungan padukuhan Cokrobedog.
Terkait konsep yang dibahas dalam rapat, antara lain mencoba mengelola sampah organik untuk diolah sebagai bahan budidaya maggot. Sedangkan sampah anorganik akan dikelola dalam Bank Sampah dengan melibatkan jejaring yang selama ini memiliki kepedulian terhadap upaya pengelolaan sampah.
Sedangkan penasihat Paguyuban Pametri Kali Bedog (PPKB) Wahjudi Djaja mengapresiasi langkah pengelola kampung wisata dan warga Nglarang. Jika tiap orang memiliki kesadaran dan tanggung jawab untuk menyelesaikan sampah di rumahnya, maka beban masalah sampah akan terurai.
“Di level kalurahan, kita juga melihat adanya peran aktif BUMKal di beberapa kalurahan yang menempatkan sampah sebagai bidang usaha. Sampah asal dikelola dengan baik dan benar bisa seperti emas harganya,” tandas anggota Badan Promosi Pariwisata Sleman ini.
Hadir dalam rapat di rumah Sapariman (Ketua RW 10 Nglarang) antara lain pengelola Wisata Kampung Nglarang Sidoarum, Pengurus RT RW, Ibu-Ibu PKK dan Pemuda-pemudi.
Beberapa kesimpulan yang disepakati peserta rapat antara lain akan dibentuk pengelola bank sampah organik dan anorganik. Digerakkan sosialisasi sosialisasi kepada warga tentang cara memilah sampah sebelum disetorkan ke bank sampah. Terkait sampah anorganik yang sudah dipilah akan dijual ke Daur Resik, sedangkan sampah organik untuk pakan maggot BSF lalu maggot dewasa untuk pakan ikan atau menjual telur BSF. (Iud)
