Yogyapos.com (SLEMAN) - Sejak 76 tahun merdeka, negara Republik Indonesia belum mempunyai rencana jangka Panjang (grand design) tentang bidang olahraga. Padahal olah raga merupakan pondasi awal pembentukan SDM yang unggul dan berkualitas. Sehubungan dengan hal tersebut, maka mulai tahun ini Kemenpora mulai menyusun rancangan program-program besar untuk jangka waktu 100 tahun, mulai dari pembudayaan olah raga hingga tata cara pembinaan atlet olah raga, sehingga prestasi keolahragaan tanah air dapat kembali berjaya.
Demikian sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) DR H Zainuddin Amali MSi saat pembukaan Rapat Kerja Nasional Ikatan Sarjana Olah Raga Indonesia (Rakernas ISAORI) yang berlangsung di Ruang Sidang Rektorat UNY, Kamis (29/4/2021).
“Selama ini olah raga belum ditempatkan sebagai hal yang utama dalam pembangunan. Ibarat makanan, olah raga sampai saat ini belum menjadi menu utama. Untuk itu yang harus dilakukan adalah menumbuhkan kesadaran bahwa orang harus berolah raga, karena dengan olah raga imunitas bisa naik,” ujar Amali dihadapan jajaran pengurus ISAORI.
Amali mengungkapkan, pada masa pandemi, di beberapa kalangan masyarakat mulai tumbuh kesadaran tentang arti pentingnya olah raga, karena situasi dan kondisi memaksa mereka untuk berolah raga. Momentum ini harus mampu dimanfaatkan oleh Isaori untuk lebih banyak berperan di dalam masyarakat, agar kesadaran berolah raga itu tetap berlanjut meskipun masa pandemi telah berlalu.
“Tugas ISAORI adalah menyadarkan masyarakat bahwa olah raga adalah menu utama dalam kehidupan. Tanamkan pada setiap bahwa orang hidup itu butuh olah raga,” tandasnya.
Ketika kesadaran berolah raga telah tumbuh, maka bangsa ini akan kaya dengan benih-benih atlet yang punya prestasi, sehingga prestasi keolahragaan Indonesia dapat kembali meningkat. Sebab, selama beberapa tahun terakhir, harus diakui bahwa prestasi Olah raga Indonesia masih jalan ditempat, sehingga tertinggal daru negara tetangga.
Amali mengingatkan bahwa, sampai saat ini eksistesi ISAORI di masyarakat belum dirasakan. Meskipun demikian pihaknya meminta jajaran pengurus menjadikannya sebagai sebuah tantangan agar ISAORI harus mampu sejajar dengan sarjana lain.
Amali meminta agar ISAORI mampu menunjukkan peran besar dalam pembangunan SDM bangsa ini, karena organisasi ini bertugas memberikan pondasi terhadap kebugaran masyarakat sehingga ujungnya adalah terciptanya SDM yang unggul, maju dan punya daya saing.
“Lahirkan program kerja yangs ederhana, mudah dan melibatkan banyak orang. Jangan bikin program kerja yang ruwet, ribet dan susah diimplementasikan,” tandas Amali
Sementara itu, Rektor UNY Prof Dr Sumaryanto MKes AIFO menyampaikan, sebagai Perguruan Tinggi yang mempunyai Fakultas Ilmu Keolahrgaan, UNY tahun ini mempunyai banyak kegiatan yang berhubungan dengan bidang olah raga seperti webinar olah raga serta kegiatan ilmiah lainnya. Oleh karena itu Sumaryanto menyambut gembira atas tekad Kemenpora yang memberikan perhatian besar terhadap bidang olah raga. (*/Sds)
