Yogyapos.com (YOGYA) - Bakpia dan Kampung Pathuk adalah dua hal yang saling melengkapi. Identik dan ikonik. Dalam acara Merti Bakpia 2019 kali ini, panitia ingin lebih mengenalkan bakpia sebagai produk unggulan di kampung Pathuk Ngampilan dan menjadi penopang ekonomi warganya. Pathuk dikenal tidak hanya bakpia berbrandingnya saja, tetapi juga indsutri kecilnya yang selalu menggeliat.
Acara yang dipusatkan di Ex Pabrik Tegel Kunci tersebut diikuti 13 kontingen dari 13 RW yang terdapat di kecamatan Ngampilan. Sebelum mengikuti kirab budaya, ke-13 kontingen ini wajib menampilkan kesenian dihadapan para juri. Ada yang bergaya prajurit bregada, topeng ireng, bakul jamu serta edan-edanan. Ada juga kontingen yang membawa maket hanoman dan maket burung garuda. Sedangkan rute kirab yakni start dan finish di Ex Pabrik Tegel ke Jl.KS Tubun-Jl.Letjen Suprapto-Jl.KH Ahmad Dahlan-Jl Bhayangkara-Jl KS Tubun.
Ketua Panitia, Risti Tuta kepada yogyapos.com mengatakan, acara tahunan kecamatan Ngampilan kali ini menampilkan 3 buah gunungan bakpia. Yaitu bakpia lanang, bakpia wadon dan bakpia anakan. “Rata-rata setiap gunungan disusun dari 1.000-an biji bakpia. Jadi total sekitar 3.000-an bakpia siap jadi rayahan warga. Untuk bakpia lanang dan wadon dibuat oleh UMKM. Sementara bakpia anakan dikerjakan gotong-royong oleh warga,” kata Risti Tuta di sela acara.
Sekda Kota Yogyakarta Ir Aman Yuriadijaya MM dalam sambutan singkatnya mengutarakan, acara ini makin memperkokoh kecamatan Ngampilan, khususnya Pathuk sebagai kampong bakpia. “Mari kita rawat bersama asset kuliner ini. Event ini juga mampu mendongkrak lini wisata, serta menghibur para warga sekitar,” pungkas Ir Aman. (Dol)
